Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Disarpus Kota
Bandung Sudartati mengatakan Dinas Perhubungan mendukung program tersebut melalui penyediaan Bus Bandros.
Sekolah yang ingin mengikuti study tour dapat mengajukan surat kepada Disarpus Kota
Bandung. Budaya membaca masyarakat juga diperkuat melalui Gempita Literasi atau Gerakan Masyarakat Pintar dalam rangkaian Jambore Literasi.
Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung sejak 1 Juli hingga 15 Agustus 2026 dengan dua kegiatan utama, yakni Lomba Bertutur dan Lomba Resensi. "Di Gempita itu sebenarnya sudah dimulai dari tanggal 1 Juli sampai 15 Agustus. Itu ada dua lomba, satu Lomba Bertutur dan Lomba Resensi," ujar Sudartati.
Pembekalan Lomba Resensi dijadwalkan pada 24 Agustus, sedangkan seleksi 12 besar dan final Lomba Bertutur akan berlangsung pada 5 September 2026.
Puncak Jambore Literasi direncanakan berlangsung pada 8 September 2026 di Bumi Sangkuriang dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Tidak hanya perlombaan, Disarpus juga menyiapkan kegiatan kreatif untuk anak-anak berupa mewarnai di atas bentangan kain sepanjang sekitar 21,6 meter.
"Biasanya kalau anak-anak mewarnai itu hanya selembar kertas. Tapi kita coba satu bentangan kain, mungkin panjangnya 21,6 meter," tutur Kenny.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana mengenalkan sejarah dan perkembangan Kota
Bandung melalui aktivitas kreatif yang dekat dengan dunia anak.
Melalui berbagai program tersebut, Disarpus Kota Bandung berupaya membangun ekosistem literasi yang lebih inklusif.
Literasi diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, berinovasi, berkarya, serta mengenal sejarah dan perkembangan kotanya.
"Kita ingin menciptakan satu ekosistem literasi yang inklusif, mudah diakses oleh siapapun dan dimanapun, setara, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat Kota Bandung," pungkas Kenny. (R)
beritaTerkait
komentar