Rabu, 26 Agustus 2026

Disarpus Bandung Perluas Literasi, Hadirkan Program Digital hingga Wisata Edukasi

Rabu, 26 Agustus 2026 15:50 WIB
Disarpus Bandung Perluas Literasi, Hadirkan Program Digital hingga Wisata Edukasi
Kepala Disarpus Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari dalam Live Streaming Sonata Talkshow bersama PRFM 107.5 FM, pada 20 Agustus 2026.
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Disarpus Kota Bandung Sudartati mengatakan Dinas Perhubungan mendukung program tersebut melalui penyediaan Bus Bandros.

Sekolah yang ingin mengikuti study tour dapat mengajukan surat kepada Disarpus Kota Bandung. Budaya membaca masyarakat juga diperkuat melalui Gempita Literasi atau Gerakan Masyarakat Pintar dalam rangkaian Jambore Literasi.

Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung sejak 1 Juli hingga 15 Agustus 2026 dengan dua kegiatan utama, yakni Lomba Bertutur dan Lomba Resensi. "Di Gempita itu sebenarnya sudah dimulai dari tanggal 1 Juli sampai 15 Agustus. Itu ada dua lomba, satu Lomba Bertutur dan Lomba Resensi," ujar Sudartati.

Pembekalan Lomba Resensi dijadwalkan pada 24 Agustus, sedangkan seleksi 12 besar dan final Lomba Bertutur akan berlangsung pada 5 September 2026.

Puncak Jambore Literasi direncanakan berlangsung pada 8 September 2026 di Bumi Sangkuriang dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Tidak hanya perlombaan, Disarpus juga menyiapkan kegiatan kreatif untuk anak-anak berupa mewarnai di atas bentangan kain sepanjang sekitar 21,6 meter.

"Biasanya kalau anak-anak mewarnai itu hanya selembar kertas. Tapi kita coba satu bentangan kain, mungkin panjangnya 21,6 meter," tutur Kenny.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana mengenalkan sejarah dan perkembangan Kota Bandung melalui aktivitas kreatif yang dekat dengan dunia anak.

Melalui berbagai program tersebut, Disarpus Kota Bandung berupaya membangun ekosistem literasi yang lebih inklusif.

Literasi diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, berinovasi, berkarya, serta mengenal sejarah dan perkembangan kotanya.

"Kita ingin menciptakan satu ekosistem literasi yang inklusif, mudah diakses oleh siapapun dan dimanapun, setara, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat Kota Bandung," pungkas Kenny. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Garut dan Tabalong Tukar Strategi Pengembangan UMKM untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat
Dua Serdik Sespimma Bantu Amankan Sopir Grab yang Diduga Dianiaya Penumpang di Lembang
Bandung Great Sale 2026 Hampir Tembus 8.000 Pengunjung, Transaksi Ditargetkan Capai Rp1,5 Miliar
10 Pelajar Bandung Wakili Indonesia di Youth Leadership Camp Malaysia
Satpol PP Kota Bandung Tindak 145 Pelanggaran Perda, Denda Capai Rp176,6 Juta
Jabar Perkuat Pendidikan Kesetaraan untuk Dongkrak IPM
komentar
beritaTerbaru