Jumat, 21 Agustus 2026

Hari Anak Merdeka 2026 di Cigugur, Kemendikdasmen Ajak Murid Rukun dan Berani Bermimpi

Jumat, 21 Agustus 2026 16:00 WIB
Hari Anak Merdeka 2026 di Cigugur, Kemendikdasmen Ajak Murid Rukun dan Berani Bermimpi
Wamendikdasmen RI Atip Latipulhayat menghadiri kegiatan Hari Anak Merdeka 2026 di Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada 19 Agustus 2026.

Kuningan (buseronline.com) - Ratusan murid merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan Hari Anak Merdeka 2026 di Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada 19 Agustus 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, kegiatan yang mengusung tema "Rukun Sama Teman, Merdeka Bermain, Merdeka Bertumbuh, Merdeka Bermimpi" tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk bermain, bernyanyi, mengembangkan potensi, serta belajar hidup rukun di tengah keberagaman.

Kegiatan lintas sektor ini sekaligus menggaungkan Gerakan Rukun Sama Teman yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Gerakan tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Atip Latipulhayat mengatakan keberagaman harus dipandang sebagai fakta sekaligus anugerah yang menjadi kekuatan bangsa.

"Kita tidak perlu menyamakan yang berbeda dan membedakan yang sama. Yang harus kita lakukan adalah menyatukan adab kebersamaan," kata Atip di hadapan ratusan murid.

Menurut Atip, pembiasaan hidup rukun dan saling menghargai merupakan bagian penting dalam pendidikan karakter untuk mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Selain menanamkan nilai kebersamaan, Atip mengajak para murid mengenali serta mengembangkan potensi yang dimiliki. Ia menegaskan bahwa setiap anak mempunyai bentuk kecerdasan yang berbeda sehingga tidak tepat jika seorang murid dianggap bodoh hanya karena tidak unggul dalam bidang tertentu.

"Semua murid cerdas, hanya berbeda bentuknya. Ada yang pintar matematika, seni, hingga olahraga, dan semuanya memiliki modal yang sama untuk sukses," ujarnya.

Pesan tersebut disampaikan Atip melalui interaksi langsung dengan para murid. Dua murid bernama Kanaya tampil menyanyikan lagu Rukun Sama Teman dan melantunkan selawat. Atip mengapresiasi keberanian mereka sebagai bentuk kecerdasan seni dan musikal.

Suasana semakin meriah ketika Atip berdialog dengan sejumlah murid mengenai cita-cita mereka. Ajeng bercita-cita menjadi dosen, Inara ingin menjadi guru, Bianca menyukai olahraga dan ingin menjadi dokter, sementara Hatsir menyukai matematika dan bercita-cita menjadi guru agama.

Untuk memberikan motivasi, Atip menggunakan analogi "Tiga Rudy", yakni Rudy Hadisuwarno yang sukses di bidang tata rambut, Rudy Choirudin di bidang tata boga, dan Presiden ke-3 RI BJ Habibie atau Rudy Habibie di bidang matematika dan teknologi.

"Ketiganya adalah orang sukses. Insyaallah Indonesia di tangan adik-adik yang memiliki kecerdasan berbeda ini akan menjadi kuat," tutur Atip.

Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan anak-anak merupakan pemilik sekaligus pewaris masa depan. Karena itu, pembangunan kualitas manusia dan karakter harus menjadi perhatian utama.

"Membangun manusia dan karakter jauh lebih penting daripada sekadar pembangunan fisik, karena kualitas sebuah daerah diukur dari peningkatan kualitas manusianya," kata Dian.

Ketua 3 Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Chandra Setiawan menambahkan bahwa masa depan Indonesia harus dibangun dari anak-anak yang merasa aman, didengar, dan dihargai.

Ia juga mendorong perubahan cara pandang anak terhadap aparat keamanan. Menurutnya, polisi, TNI, dan Satpol PP seharusnya dikenalkan sebagai sahabat dan pelindung anak, bukan sosok yang digunakan untuk menakut-nakuti.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Kehadiran komunitas adat AKUR Sunda Wiwitan turut memperkuat pesan tentang persahabatan, toleransi, keberagaman, dan gotong royong. Cigugur dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis sebagai ruang harmoni keberagaman dan dinilai merepresentasikan semangat kebinekaan Indonesia.

Melalui Gerakan Rukun Sama Teman, Kemendikdasmen berharap nilai persahabatan, saling menghargai, toleransi, dan gotong royong dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter generasi muda.

Gerakan tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman, tetapi juga membentuk anak-anak Indonesia yang bebas bermain, berani bermimpi, mampu mengembangkan potensinya, serta siap hidup berdampingan dalam keberagaman. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Disdik Jabar dan UPI Kolaborasi Atasi Kekurangan Guru melalui Program GEMA JABAR
Pemprov Jabar Salurkan 24 Bibit Sapi untuk Perkuat Peternakan Rakyat
Pemko Bandung Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis kepada Investor melalui Investor Day 2026
Investasi Kota Bandung Tembus Rp6,4 Triliun, Target Akhir Tahun Rp12 Triliun
Disdik Jabar dan UPI Perkuat Sinergi Atasi Kekurangan Guru melalui GEMA JABAR
Jawa Barat Pimpin Sementara Perolehan Medali FLS3N Pendidikan Khusus 2026
komentar
beritaTerbaru