Ia juga mendorong perubahan cara pandang anak terhadap aparat keamanan. Menurutnya, polisi, TNI, dan Satpol PP seharusnya dikenalkan sebagai sahabat dan pelindung anak, bukan sosok yang digunakan untuk menakut-nakuti.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Kehadiran komunitas adat AKUR Sunda Wiwitan turut memperkuat pesan tentang persahabatan, toleransi, keberagaman, dan gotong royong. Cigugur dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis sebagai ruang harmoni keberagaman dan dinilai merepresentasikan semangat kebinekaan Indonesia.
Melalui Gerakan Rukun Sama Teman, Kemendikdasmen berharap nilai persahabatan, saling menghargai, toleransi, dan gotong royong dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter generasi muda.
Gerakan tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman, tetapi juga membentuk anak-anak Indonesia yang bebas bermain, berani bermimpi, mampu mengembangkan potensinya, serta siap hidup berdampingan dalam keberagaman. (R)
beritaTerkait
komentar