Selasa, 18 Agustus 2026

Kemendikdasmen Siapkan Anggaran Rp61,1 Triliun untuk Pendidikan Tahun 2027

Selasa, 18 Agustus 2026 16:30 WIB
Kemendikdasmen Siapkan Anggaran Rp61,1 Triliun untuk Pendidikan Tahun 2027
RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menyiapkan anggaran sebesar Rp61,1 triliun untuk tahun anggaran 2027.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, anggaran tersebut akan difokuskan pada penguatan program prioritas nasional di bidang pendidikan dasar dan menengah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Atip Latipulhayat mengatakan, dukungan anggaran tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.

Hal itu disampaikan Atip dalam konferensi pers Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat.

Salah satu prioritas utama Kemendikdasmen adalah peningkatan kualitas sarana dan prasarana melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan revitalisasi sekolah yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan secara swakelola oleh satuan pendidikan penerima manfaat.

Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga mendorong perluasan akses pendidikan melalui penyelenggaraan wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.

Dukungan kepada peserta didik akan diperkuat melalui bantuan perlengkapan sekolah serta pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Kemendikdasmen juga menempatkan Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu agenda penting.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar serta memperluas akses guru dan peserta didik terhadap sumber belajar berkualitas. Peningkatan kesejahteraan guru juga menjadi perhatian pemerintah pada 2027.

Kemendikdasmen mengalokasikan dukungan untuk peningkatan kesejahteraan guru non-ASN, seiring semakin banyaknya guru di sekolah negeri maupun swasta yang telah memiliki sertifikasi pendidik.

Dukungan terhadap peserta didik turut dilakukan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Program ini ditujukan untuk memberikan bantuan pendidikan kepada sekitar 18 juta peserta didik berdasarkan data penerima manfaat.

Selain itu, Kemendikdasmen akan mengembangkan Studio Guru sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran sekaligus peningkatan kapasitas pendidik.

Di luar program kerja prioritas nasional, sejumlah program pendidikan juga tetap dijalankan untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat.

Salah satunya adalah Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang ditujukan bagi peserta didik dari daerah afirmasi serta anak pekerja migran Indonesia.

Pemerintah juga memberikan bantuan pendidikan bagi peserta didik berprestasi serta beasiswa bagi guru untuk memperoleh kualifikasi akademik S1 atau D4.

Peningkatan kualitas guru akan diperkuat melalui penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta pengembangan kompetensi di berbagai bidang, antara lain STEM, MIPA, pembelajaran mendalam, dan digitalisasi pembelajaran.

Kemendikdasmen juga memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan pendidikan melalui Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) serta peningkatan kualitas pendidikan vokasi.

Penguatan pendidikan vokasi mencakup peningkatan keterampilan maupun penguasaan keterampilan baru yang berstandar industri bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Sementara itu, penguatan karakter peserta didik dilakukan melalui program pendidikan karakter serta pengembangan bakat, talenta, dan prestasi.

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga menjadi bagian dari agenda pendidikan 2027. Untuk jenjang SMA, pelaksanaan TKA akan memasuki tahun kedua.

Kemendikdasmen juga akan melanjutkan akreditasi satuan pendidikan serta peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan setiap satuan pendidikan mampu memberikan layanan pembelajaran yang berkualitas.

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua.

"Melalui dukungan anggaran yang telah disiapkan, kami akan terus memperluas akses, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat kesejahteraan guru, serta memastikan setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk berkembang sesuai potensi dan bakatnya," kata Atip.

Dengan anggaran Rp61,1 triliun tersebut, Kemendikdasmen berharap berbagai program prioritas pendidikan pada 2027 dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak terhadap pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
CKG Anak Tak Sekadar Pemeriksaan, Pemerintah Pastikan Temuan Kesehatan Ditindaklanjuti
Jamuan Rakyat Semarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan
Papan Interaktif Digital Dorong Guru di Bandung Barat Ciptakan Pembelajaran Lebih Interaktif
Kemendikdasmen Apresiasi Bengkayang Perkuat Kompetensi Guru di Wilayah Terpencil
Gang Hijau Cemara Ubah Sampah Menjadi Sumber Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Forum APEC 2026 di Jakarta Dorong Pemanfaatan AI untuk Transformasi Pendidikan
komentar
beritaTerbaru