Selasa, 18 Agustus 2026

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak

Selasa, 18 Agustus 2026 10:45 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak
Festival Pahlawan Anak yang digelar Save the Children Indonesia di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mendapat apresiasi dari Save the Children Indonesia atas komitmennya dalam mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, apresiasi tersebut disampaikan dalam Festival Pahlawan Anak yang digelar Save the Children Indonesia di Jakarta, Kamis.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan gagasan, cita-cita, serta harapan mereka kepada para pemangku kepentingan. Sebanyak 14 anak dari program Nona Hebat turut menyampaikan aspirasi dalam festival tersebut.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain pencegahan perundungan, perlindungan anak dari kekerasan dan pelecehan seksual, serta terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

Menanggapi aspirasi tersebut, Abdul Mu'ti mengatakan keinginan anak-anak agar sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman sejalan dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Menurutnya, upaya tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui gerakan Budaya ASRI yang mencakup lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

"Banyak ide yang menarik tentang bagaimana sekolah dapat menjadi tempat di mana mereka merasa aman, merasa nyaman untuk belajar. Dan ini yang juga sejalan dengan program yang sudah kami laksanakan, membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman," ujar Abdul Mu'ti.

Ia menjelaskan, penguatan budaya sekolah dilakukan melalui pendekatan humanis, inklusif, dan partisipatif dengan melibatkan berbagai pihak. Kemitraan dengan organisasi seperti Save the Children Indonesia dinilai penting untuk memperkuat upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Abdul Mu'ti juga menilai aspirasi anak mengenai pencegahan perundungan sejalan dengan berbagai program Kemendikdasmen yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

"Mudah-mudahan program seperti ini tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama, bahkan menjadi budaya yang kita laksanakan berdasarkan kesadaran dan juga visi bahwa masa depan negara ini ditentukan oleh anak-anak kita," katanya.

Ia berharap sekolah dapat benar-benar menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, berinteraksi, mengembangkan potensi, serta tumbuh bersama dalam keberagaman.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Papan Interaktif Digital Dorong Guru di Bandung Barat Ciptakan Pembelajaran Lebih Interaktif
Kemendikdasmen Apresiasi Bengkayang Perkuat Kompetensi Guru di Wilayah Terpencil
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif dalam Suara Inklusi di Yogyakarta
Kemendikdasmen Perkuat Akses Pendidikan melalui Beasiswa SCG Sharing the Dream 2026
Kemendikdasmen Percepat Revitalisasi SLB, Wujudkan Pendidikan Inklusif di Yogyakarta
Kemendikdasmen Dorong Guru Vokasi Kuasai AI untuk Hadapi Perkembangan Teknologi
komentar
beritaTerbaru