Jumat, 09 Oktober 2026

Gus Yasin Dorong Tradisi Keilmuan Pesantren Terus Berkembang di Jawa Tengah

Senin, 17 Agustus 2026 18:35 WIB
Gus Yasin Dorong Tradisi Keilmuan Pesantren Terus Berkembang di Jawa Tengah
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan kata sambutan saat menghadiri Haflah Akhirussanah ke-8 Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol, Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu (15/8/2026).

Magelang (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong agar tradisi keagamaan dan keilmuan pesantren terus dilestarikan dan berkembang di berbagai pelosok Jawa Tengah.

Dilansir dari laman Jatengprov, hal itu disampaikan Gus Yasin saat menghadiri Haflah Akhirussanah ke-8 Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol, Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu.

Gus Yasin mengatakan, keberadaan pesantren dan majelis ilmu yang masih aktif merupakan hal yang menggembirakan bagi pemerintah. Menurutnya, tradisi keagamaan dan keilmuan yang selama ini dijalankan di Watucongol perlu terus dijaga dan dikembangkan.

"Atas nama pemerintah, saya senang kalau pengajian-pengajian seperti ini masih berjalan di wilayah Jawa Tengah," kata Gus Yasin.

Ia menilai, Pesantren Darussalam Watucongol memiliki sejarah panjang dalam menjaga pendidikan agama dan kehidupan keagamaan masyarakat. Berdasarkan catatan Kementerian Agama, para pendiri pesantren tersebut dikenal sebagai ulama sekaligus mujahid yang turut berjuang melawan kolonialisme.

Pesantren tersebut didirikan Kiai Abdurrauf bin Hasan Tuqa sekitar tahun 1820. Selain dikenal sebagai pendiri pesantren, Kiai Abdurrauf juga disebut sebagai salah seorang senopati atau panglima Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa.

Warisan sejarah tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari kehidupan Pesantren Darussalam Watucongol. Tradisi pendidikan dan keagamaan terus dijalankan, di antaranya melalui pembacaan Al-Qur'an dan Dalailul Khairat yang berisi kumpulan shalawat dan doa.

Menurut Gus Yasin, tradisi keagamaan tersebut turut membentuk lingkungan keilmuan di pesantren. Ia menyebut banyak orang menjadi alim melalui proses pendidikan yang dilakukan secara konsisten serta didukung tradisi keagamaan.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol, Aly Qoishor Ahmad Abd Haq, mengatakan keberlangsungan pesantren hingga saat ini tidak terlepas dari amanah para orang tua yang menitipkan pendidikan anak-anak mereka.

Para pengasuh, keluarga, dan seluruh unsur pesantren, kata dia, terus berupaya menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
72 UMKM Jawa Tengah Ramaikan Inacraft, Bidik Pasar Internasional
Jateng Matangkan Program Gentengisasi, Bidik Penguatan IKM Lokal
DWP Jateng Dorong Perempuan Siapkan Kualitas Hidup Sejak Dini
Posyandu di Jateng Kini Layani Enam Bidang SPM
Nawal Arafah Yasin Dorong Penggunaan AI untuk Tingkatkan Daya Kritis Anak
Bunda PAUD Jateng Dukung Perjuangan Guru PAUD Raih Kesetaraan Hak Profesi
komentar
beritaTerbaru