Minggu, 16 Agustus 2026

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif dalam Suara Inklusi di Yogyakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 10:50 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif dalam Suara Inklusi di Yogyakarta
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto bersama Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti saat menghadiri puncak acara Suara Inklusi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).

Yogyakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan setara bagi seluruh anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas.

Komitmen tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat menghadiri puncak acara Suara Inklusi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah, penyandang disabilitas, sekolah, orang tua, komunitas, dan masyarakat.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, sebelum menghadiri acara tersebut, Abdul Mu'ti mengunjungi SLB Tunas Bhakti untuk meresmikan revitalisasi sekolah. Setelah itu, ia membaur bersama ratusan penyandang disabilitas dalam berbagai rangkaian kegiatan Suara Inklusi.

Salah satu momen yang menarik perhatian masyarakat adalah aksi sekitar 1.000 penyandang disabilitas yang secara serentak membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia menggunakan bahasa isyarat.

Aksi tersebut dipimpin Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, bersama Alya, perwakilan teman tuli. Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat perhatian masyarakat yang berada di sekitar Panggung Utama Pelataran Istana Gedung Agung hingga kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti mengatakan bahwa pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh warga negara merupakan amanat konstitusi. Hak tersebut juga berlaku bagi warga negara yang memiliki kelainan fisik, intelektual, sosial, maupun kondisi lainnya.

"Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Warga negara yang memiliki kelainan fisik, kelainan intelektual, kelainan secara sosial dan kelainan yang lainnya berhak mendapatkan pendidikan khusus," ujar Abdul Mu'ti.

Ia mengatakan, Kemendikdasmen terus berupaya menghadirkan pendidikan yang dapat diakses oleh semua kalangan. Pendidikan tersebut harus fleksibel, mudah dijangkau, serta mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan peserta didik.

"Atas dasar itu semua, sesuai dengan asta cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua dengan partisipasi semesta," katanya.

Menurut Abdul Mu'ti, semangat inklusi harus terus dikembangkan agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan mengembangkan potensinya.

"Siapapun mereka, di mana pun mereka berada. Dan semangat kemerdekaan inilah yang ingin kita tumbuhkan terus sebagai bagian dari spirit kami dalam melaksanakan amanah konstitusi mendukung program asta cita Bapak Presiden untuk Indonesia Emas 2045," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas.

Ia menilai, hambatan terbesar bagi penyandang disabilitas tidak selalu berasal dari keterbatasan yang dimiliki, tetapi juga dapat muncul dari cara pandang masyarakat.

"Seringkali yang menjadi hambatan bukanlah keterbatasan yang dimiliki seseorang, melainkan cara pandang kita," ucap Siti Hediati Soeharto.

Menurutnya, ketika masyarakat memberikan kesempatan, sekolah menyediakan ruang belajar yang setara, dunia kerja memberikan kepercayaan, dan lingkungan menerima setiap orang dengan hormat, kemampuan yang selama ini belum terlihat dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan kartu Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan revitalisasi satuan pendidikan secara simbolis.

Program revitalisasi Kemendikdasmen tahun 2025 telah menjangkau 46 satuan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai Rp71,3 miliar. Secara nasional, hingga Juli 2026, program tersebut telah menjangkau 1.609 sekolah dengan nilai bantuan mencapai Rp2,02 triliun.

Rangkaian kegiatan Suara Inklusi yang merupakan hasil kolaborasi Kemendikdasmen, Pemerintah Provinsi DIY, dan Pemerintah Kota Yogyakarta kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pameran karya seni siswa penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut menjadi pesan bahwa kemajuan bangsa membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan memberikan kesempatan yang setara dan menghilangkan berbagai hambatan, penyandang disabilitas dapat tumbuh, berkarya, dan berkontribusi bagi Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Perkuat Akses Pendidikan melalui Beasiswa SCG Sharing the Dream 2026
Kemendikdasmen Percepat Revitalisasi SLB, Wujudkan Pendidikan Inklusif di Yogyakarta
Kemendikdasmen Dorong Guru Vokasi Kuasai AI untuk Hadapi Perkembangan Teknologi
Kemendikdasmen Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Bungo
MPLS Perdana SNT, Mendikdasmen Minta Kepala Sekolah Jadi Penggerak Pendidikan Bermutu
Wamendikdasmen Dorong Bungo Tingkatkan APK SMA, 4 Juta Anak Masih Tidak Sekolah
komentar
beritaTerbaru