Jumat, 14 Agustus 2026

Pemkab Kendal Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Gempa dan Tsunami

Jumat, 14 Agustus 2026 14:35 WIB
Pemkab Kendal Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Gempa dan Tsunami
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memberikan kata sambutan di kegiatan SLG Kabupaten Kendal 2026 yang digelar di Resort Tirto Arum, Rabu (12/8/2026).

Kendal (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami.

Dilansir dari laman Jatengprov, upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) Kabupaten Kendal 2026 yang digelar di Resort Tirto Arum, Rabu.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kegiatan SLG menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi bencana, kesiapsiagaan, hingga tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi maupun tsunami.

Menurutnya, edukasi dan simulasi kebencanaan sangat penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui risiko bencana, tetapi juga mampu merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan tidak panik.

"Kegiatan ini menjadi upaya bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami melalui edukasi, simulasi, dan penguatan sistem mitigasi bencana," ujar Dyah Kartika Permanasari yang akrab disapa Mbak Tika.

Ia menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk membangun sistem mitigasi yang kuat.

Pemkab Kendal, lanjutnya, juga akan terus memperkuat sistem mitigasi dan peringatan dini sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat dari dampak bencana.

"Keberhasilan mitigasi membutuhkan sinergi antara BMKG, pemerintah daerah, serta BPBD. BMKG berperan dalam mendeteksi dan menyampaikan informasi peringatan dini, sedangkan pemerintah daerah bersama BPBD menindaklanjutinya untuk melindungi masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Banjarnegara Hery Susanto Wibowo menyampaikan, SLG merupakan bentuk sinergi antara BMKG, Komisi V DPR RI, pemerintah daerah, BPBD, serta berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan tersebut diikuti 53 peserta yang berasal dari unsur pemerintah daerah, BPBD, TNI/Polri, instansi terkait, dunia pendidikan, relawan kebencanaan, media, dan masyarakat.

Hery mengatakan, peserta mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan dengan kebencanaan, mulai dari kesiapsiagaan gempa bumi, potensi gempa bumi, hingga simulasi menghadapi gempa.

"Materi dalam acara tersebut yaitu kesiapsiagaan gempa bumi, potensi gempa bumi, serta simulasi gempa," kata Hery.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kendal berharap kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap risiko bencana semakin meningkat. Kolaborasi lintas sektor juga diharapkan mampu memperkuat sistem mitigasi dan menciptakan masyarakat yang lebih tanggap serta siap menghadapi bencana.

Dengan kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi ancaman gempa bumi maupun tsunami, sehingga risiko korban dan kerugian akibat bencana dapat ditekan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Wilayah Timur Laut Supiori, Papua
Pemkab Kendal Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi Serentak untuk Tekan Stunting
Pemkab Kendal Perkuat Budaya Integritas ASN melalui Sosialisasi Antikorupsi 2026
Pemkab Taput Kukuhkan Kampung Siaga Bencana Saoloan di Adian Koting
Pemerintah Hadirkan Layanan Kesehatan Inklusif lewat RS Lengkap Berkualitas Ramah Disabilitas dan Tahan Gempa
komentar
beritaTerbaru