Muara Bungo (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq mendorong Pemerintah Kabupaten Bungo, Jambi, meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan jenjang SMA dan sederajat.
Dorongan tersebut disampaikan Fajar saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bungo, Kamis. Ia menegaskan, peningkatan APK merupakan tanggung jawab bersama, khususnya pemerintah daerah, agar anak usia 16 hingga 18 tahun dapat melanjutkan pendidikan.
"Ini menjadi tugas kita semua, terutama pemerintah daerah, untuk menaikkan APK agar putra-putri kita di Bungo yang berusia 16 sampai 18 tahun bisa melanjutkan ke jenjang SMA, Madrasah Aliyah, atau sederajat," ujar Fajar dilansir dari laman Kemendikdasmen.
Menurut Fajar, APK pendidikan menengah di Bungo saat ini masih berada di kisaran 67 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak anak usia sekolah menengah yang belum melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA atau sederajat.
Untuk mengatasi persoalan itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS). Secara nasional, jumlah ATS mencapai sekitar 4 juta anak.
Pemerintah mengupayakan pengaktifan berbagai jalur pendidikan, baik formal maupun nonformal, untuk mengembalikan anak-anak yang tidak sekolah ke dalam sistem pendidikan.
Program tersebut menyasar tiga kelompok, yakni anak yang belum pernah sekolah, anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, serta anak yang putus sekolah.
Salah satu alternatif yang diperkenalkan adalah program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA. Program ini merupakan layanan pendidikan formal yang dilaksanakan 100 persen tanpa tatap muka dan ditujukan bagi peserta didik yang menghadapi kendala geografis, sosial maupun ekonomi.
Fajar menjelaskan, PJJ tetap menjamin standar mutu pendidikan melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT). Lulusan PJJ juga memperoleh ijazah yang setara dengan SMA pada umumnya dan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"PJJ ini adalah inovasi layanan pendidikan formal untuk tingkat SMA yang 100 persen tidak pakai tatap muka. Ijazahnya sama dengan SMA pada umumnya, dan kami tegaskan alumni PJJ bisa melanjutkan ke perguruan tinggi mana pun," jelasnya.
Selain memperluas akses pendidikan, Kemendikdasmen juga mempercepat peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah di Bungo.
Kabupaten Bungo menjadi penerima bantuan program Revitalisasi Satuan Pendidikan terbanyak di Provinsi Jambi. Tahun lalu, sebanyak 63 satuan pendidikan mendapatkan program revitalisasi, sedangkan tahun ini mencapai 60 satuan pendidikan.
Pemerintah juga mengalokasikan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk mendukung perbaikan infrastruktur sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung di lingkungan yang lebih layak.
Transformasi pendidikan berbasis teknologi turut menjadi perhatian. Kemendikdasmen memberikan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital berukuran 75 inci kepada sekolah-sekolah di Bungo, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP.
Penggunaan teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi kesenjangan kualitas pembelajaran antara sekolah di daerah dan sekolah di perkotaan.
Kemendikdasmen juga menerapkan kebijakan pengendalian jumlah murid melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pembatasan jumlah rombongan belajar di sekolah negeri dilakukan agar sekolah swasta tetap memiliki kesempatan mendapatkan peserta didik.
Sementara itu, pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dapat tersedia di setiap kabupaten pada 2029. Sekolah tersebut akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti pusat olahraga dan asrama.
Fajar menyebut keberhasilan program pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan masyarakat dan sektor swasta menjadi bagian penting dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan.
"Semangat kemitraan dan kolaborasi inilah yang sedang kami kembangkan. Pemerintah tidak boleh meminggirkan peran masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan," katanya.
Ia pun mengajak Pemerintah Kabupaten Bungo dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan APK SMA melalui sosialisasi berbagai alternatif jalur pendidikan.
Dengan meningkatnya partisipasi pendidikan menengah, peluang masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi diharapkan semakin terbuka.
Kemendikdasmen menegaskan komitmennya memberikan akses pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia tanpa diskriminasi, baik melalui jalur formal maupun non formal, dengan mempertimbangkan kondisi geografis maupun status sosial peserta didik. (R)
beritaTerkait
komentar