Sabtu, 07 November 2026

Wali Kota Bandung Ajak HMI Jadi Mitra Kritis Pemerintah dalam Membangun Kota

Selasa, 04 Agustus 2026 16:55 WIB
Wali Kota Bandung Ajak HMI Jadi Mitra Kritis Pemerintah dalam Membangun Kota
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sambutan saat menghadiri Pelantikan Pengurus HMI, KOHATI, dan BPL HMI Cabang Bandung Periode 2026-2027 di Pendopo Kota Bandung, Jumat (31/7/2026).

Bandung (busernline.com) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk terus menjaga tradisi berpikir kritis serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan Kota Bandung.

Dilansir dari laman Jabarprov, menurutnya, kritik yang lahir dari kajian ilmiah dan kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian penting dalam menyempurnakan setiap kebijakan publik.

Hal tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri Pelantikan Pengurus HMI, Korps HMI-Wati (KOHATI), dan Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Bandung Periode 2026-2027 di Pendopo Kota Bandung, Jumat.

Dalam sambutannya, Farhan mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan tradisi intelektual HMI sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Bandung.

"Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah harus selalu memiliki mitra yang kritis. HMI harus mampu memberikan kritik dan masukan yang objektif demi terciptanya kebijakan yang lebih baik," ujar Farhan.

Menurutnya, setiap kebijakan publik memiliki keterbatasan yang hanya dapat disempurnakan melalui masukan dari masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa.

Oleh karena itu, suara mahasiswa dinilai sangat penting sebagai alat evaluasi terhadap arah pembangunan daerah. Farhan juga mengajak mahasiswa untuk aktif turun ke tengah masyarakat agar mampu memahami berbagai persoalan secara langsung.

Dengan demikian, gagasan dan solusi yang ditawarkan dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain menyampaikan harapan kepada HMI, Farhan memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi Kota Bandung.

Di antaranya adalah tingkat pengangguran yang masih mencapai sekitar 7,2 persen, rasio ketimpangan (Gini Ratio) sebesar 0,42, persoalan pengelolaan limbah domestik, keterbatasan layanan air bersih, tingginya belanja pegawai, kekurangan sekitar 1.700 guru SD dan SMP, serta rendahnya tingkat kepemilikan rumah masyarakat.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wali Kota Bandung Dorong Sektor Ritel Jadi Penggerak Pengentasan Kemiskinan
Wali Kota Bandung Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi Perluas Akses Pendidikan
Pemko Bandung Perketat Pengawasan Restoran dan SPPG
Pemko Bandung Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi untuk Perluas Peluang Kerja di Luar Negeri
Pemko Bandung Targetkan PAD Sumbang Lebih dari 60 Persen Pendapatan Daerah
Farhan Dorong Dekranasda se-Jawa Barat Perkuat Kolaborasi dan Perluasan Pasar UMKM
komentar
beritaTerbaru