Jumat, 31 Juli 2026

Pemko Bandung Luncurkan Program MACA, Perkuat Budaya Literasi Digital

Jumat, 31 Juli 2026 17:55 WIB
Pemko Bandung Luncurkan Program MACA, Perkuat Budaya Literasi Digital
Festival Literasi Kota Bandung 2026 yang mengusung tema Membaca Bandung, Menulis Masa Depan berlangsung pada 29-31 Juli 2026 di Kantor Disarpus Kota Bandung.

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung meluncurkan Program MACA (Membaca Cerdas) sebagai upaya memperkuat budaya literasi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Dilansir dari laman Jabarprov, program tersebut diperkenalkan pada pembukaan Festival Literasi Kota Bandung 2026 yang mengusung tema Membaca Bandung, Menulis Masa Depan.

Festival yang berlangsung pada 29-31 Juli 2026 di Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung menjadi ajang kolaborasi pemerintah, akademisi, komunitas literasi, pelajar, hingga sektor swasta dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan mudah diakses.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan tantangan literasi saat ini bukan lagi sekadar mengajak masyarakat membaca buku, melainkan menumbuhkan rasa ingin tahu yang kemudian diarahkan pada sumber informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Literasi bukan sekadar membaca buku tebal. Literasi adalah rasa ingin tahu yang dieksplorasi melalui berbagai media. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mampu menemukan informasi yang tepat dan memanfaatkannya," ujar Farhan.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh pengetahuan. Karena itu, perpustakaan harus bertransformasi menjadi pusat akses informasi yang dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Melalui Program MACA, masyarakat cukup memindai QR Code untuk memperoleh rekomendasi buku digital dan referensi bacaan tanpa harus membeli buku.

Layanan perpustakaan digital tersebut dapat diakses melalui aplikasi Android maupun web sehingga memudahkan masyarakat membaca kapan saja dan di mana saja.

Farhan menilai literasi juga menjadi fondasi dalam membangun karakter masyarakat dan memperkuat budaya gotong royong.

Menurutnya, konsep Warga Jaga Warga tetap relevan karena masyarakat yang memiliki pengetahuan akan lebih mampu melindungi kelompok rentan, seperti anak-anak, perempuan, penyandang disabilitas, dan lansia.

Ia juga mendorong gerakan literasi terintegrasi dengan berbagai program pemerintah, termasuk pemberantasan buta huruf Al-Qur'an yang tidak hanya mengajarkan membaca, tetapi juga memahami makna dan tafsirnya.

Sementara itu, Kepala Disarpus Kota Bandung, Dewi Kaniasari, mengatakan Festival Literasi 2026 menjadi wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan budaya baca di Kota Bandung.

Selain peluncuran Program MACA, Disarpus juga menyerahkan penghargaan kepada pemenang Lomba Perpustakaan Kelurahan Terbaik Kota Bandung 2026.

Perpustakaan Gemilang dari Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, berhasil masuk delapan besar tingkat Provinsi Jawa Barat.

Dewi menjelaskan, platform MACA merupakan hasil kolaborasi Disarpus Kota Bandung bersama PT Aksara Maya dan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB).

Pada tahap awal, platform tersebut menyediakan 357 judul atau sekitar 1.800 eksemplar buku digital dari berbagai penerbit nasional.

Sebagai tahap awal implementasi, QR Code akses MACA akan dipasang di sekitar 100 titik ruang publik, seperti kantor pelayanan, puskesmas, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan fasilitas umum lainnya. Jumlah titik akses tersebut ditargetkan bertambah menjadi 1.000 lokasi dalam beberapa tahun mendatang.

Disarpus juga akan menghadirkan inovasi lain berupa Titik Baca QR Code di ruang terbuka dan RoboBook, robot interaktif yang menyajikan cerita untuk anak-anak melalui fitur storytelling.

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Aminudin Aziz, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam membangun budaya literasi berbasis kolaborasi.

Menurutnya, hakikat literasi bukan hanya membaca dan menulis, tetapi kemampuan masyarakat memperoleh serta memanfaatkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendokumentasian berbagai kegiatan literasi agar dapat menjadi dasar dalam mengukur perkembangan budaya baca masyarakat sekaligus menyusun kebijakan yang lebih efektif. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Festival Literasi Kota Bandung 2026 Dorong Budaya Baca Lewat Inovasi Digital
Begal dan Kriminalitas Ancam Kesehatan Masyarakat, Penanganan Perlu Kolaborasi Semua Pihak
Bapperida Ciamis Luncurkan KMS "CERDAS" untuk Perkuat Tata Kelola Pengetahuan
Pemko Bandung Hibahkan Aset Jalan Cihampelas ke Pemprov Jabar, Penataan Kawasan Segera Dimulai
KPK Libatkan Keluarga Pejabat Pemprov Jabar untuk Perkuat Integritas dan Cegah Korupsi
Pemko Bandung Perkuat Strategi STOP untuk Tekan Penularan HIV/AIDS
komentar
beritaTerbaru