Kamis, 30 Juli 2026

Pemkab Garut, BMKG, dan Komisi V DPR RI Gelar Sekolah Lapang Gempabumi Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 17:30 WIB
Pemkab Garut, BMKG, dan Komisi V DPR RI Gelar Sekolah Lapang Gempabumi Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Garut bersama BMKG serta Komisi V DPR RI menggelar Sekolah Lapang Gempa bumi di Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Selasa (28/7/2026).

Garut (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Garut bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Komisi V DPR RI menggelar Sekolah Lapang Gempabumi di Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Selasa.

Dilansir dari laman Jabarprov, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi melalui edukasi, simulasi, dan penguatan sistem mitigasi bencana.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi bencana gempa bumi yang ada di wilayah Kabupaten Garut. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak panik karena pemerintah terus memperkuat sistem mitigasi dan peringatan dini.

"Di masyarakat dipahamkan bahwa kita adalah salah satu daerah yang berpotensi menghadapi bencana gempa bumi. Ini dipahamkan, tetapi tidak usah panik berlebihan karena pemerintah sudah menyiapkan Earthquake Early Warning System (EEWS) atau Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi," ujar Syakur.

Menurutnya, melalui Sekolah Lapang Gempabumi, peserta dibekali berbagai keterampilan menghadapi situasi darurat, mulai dari teknik berlindung saat terjadi gempa hingga tata cara evakuasi menuju titik kumpul yang aman. Kesiapsiagaan, lanjutnya, merupakan langkah penting dalam mengurangi risiko bencana.

Anggota Komisi V DPR RI Ade Ginanjar menilai Sekolah Lapang Gempabumi merupakan langkah nyata dalam memperluas edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Ia menyebut dukungan penyediaan peralatan pemantauan gempa bumi dan pemasangan Earthquake Early Warning System terus dilakukan di sejumlah wilayah prioritas.

"Bencana itu tidak ada yang tahu kapan datangnya. Namun, dengan alat yang diupayakan oleh BMKG ini, potensi dampak risiko bencana bisa ditanggulangi sedikit presentasenya. Melalui kegiatan ini, ketika ada pemberitahuan dari sistem, masyarakat sudah tahu bagaimana dia harus menyikapinya," kata Ade.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi menjelaskan, keberhasilan mitigasi bencana membutuhkan kolaborasi antara BMKG, pemerintah daerah, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

BMKG berperan mendeteksi dan menyampaikan informasi peringatan dini, sedangkan pemerintah daerah bersama BPBD bertugas menindaklanjuti informasi tersebut untuk melindungi masyarakat.

Selain materi mengenai potensi sumber gempa di wilayah Garut, peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi InfoBMKG yang menyediakan informasi cuaca, gempa bumi, hingga potensi tsunami secara real time.

Suaidi menegaskan, tujuan utama kegiatan tersebut bukan untuk menimbulkan rasa takut, melainkan membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

"Kita bukan memberikan ketakutan atau kepanikan, melainkan membangun kesiapsiagaan bersama teman-teman BPBD. Melalui Sekolah Lapang Gempa bumi ini, kami berharap masyarakat akan lebih paham dalam menyikapi bencana demi mewujudkan Keluarga Cerdas Bencana," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia Disepakati Lanjut ke Paripurna DPR
KPK Siap Tarik Kembali Aset Rampasan Korupsi yang Tak Dirawat
Jateng Jadi Role Model Nasional CKG, Program Speling Dongkrak Partisipasi Masyarakat
Stok Beras Nasional Capai Rekor Tertinggi, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Kian Kuat
MA Perkuat Transformasi Digital Peradilan, Tunggakan Perkara Turun Drastis
Kampanye Gerakan Masyarakat Indonesia Sehat Digelar di Rembang, Fokus Deteksi Dini TBC
komentar
beritaTerbaru