Tebingtinggi (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumut Kahiyang Ayu mengajak ratusan anak yatim, duafa, dan penyandang disabilitas berbelanja kebutuhan sekolah dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Tebingtinggi, Jumat.
Kegiatan bertajuk "Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" tersebut merupakan kolaborasi TP PKK
Provinsi Sumut, DWP
Provinsi Sumut, dan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Provinsi Sumut. Acara diikuti ratusan anak dari lima kecamatan di Kota
Tebingtinggi dan dipusatkan di Ramayana
Tebingtinggi.
Dalam kegiatan itu, setiap anak menerima voucher belanja senilai Rp500 ribu untuk membeli berbagai perlengkapan sekolah, seperti tas, sepatu, pakaian, hingga sandal. Kahiyang Ayu membiarkan anak-anak memilih sendiri kebutuhan yang mereka inginkan.
Didampingi Ketua DWP Sumut Evi Novida Ginting dan Ketua TP PKK Kota
Tebingtinggi Susmita Wanti Irdian Saragih, Kahiyang menyapa satu per satu anak yang tengah berbelanja. Ia juga memberikan semangat agar mereka terus rajin belajar, menghormati orang tua, dan berusaha meraih cita-cita.
Menurut Kahiyang, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk memberikan kebahagiaan sekaligus memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak yang membutuhkan.
"Anak-anak ini merupakan tanggung jawab kita bersama agar mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan menjadi generasi emas Indonesia," ujar Kahiyang.
Keceriaan terlihat dari wajah para peserta. Sabil, siswa kelas III SD, mengaku senang dapat membeli tas dan sepatu baru bersama temannya. "Senang sekali belanja dibayarin. Terima kasih untuk semuanya," kata Sabil.
Hal senada disampaikan M Ilham Fahmi, siswa kelas VI SD, yang datang bersama ibunya untuk membeli baju olahraga dan sepatu sekolah baru. "Mau beli baju bola, beli sepatu. Sepatu lama sudah sempit," tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK
Provinsi Sumut berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi anak-anak, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. (P3)
beritaTerkait
komentar