Minggu, 26 Juli 2026

Pelajar SMA/SMK di Jabar Wajib Pungut dan Pilah Sampah, Masuk Praktikum IPA

Minggu, 26 Juli 2026 10:40 WIB
Pelajar SMA/SMK di Jabar Wajib Pungut dan Pilah Sampah, Masuk Praktikum IPA
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai memimpin Apel Siaga Jabar Berseka di Lapangan Parkir Barat Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan menerapkan kebijakan wajib memungut dan memilah sampah bagi seluruh pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Dilansir dari laman Jabarprov, kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari pembelajaran praktikum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kebijakan itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai memimpin Apel Siaga Jabar Berseka di Lapangan Parkir Barat Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Jumat.

Dedi Mulyadi mengatakan, kebijakan tersebut diterapkan karena jenjang SMA dan SMK merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Melalui program ini, para siswa diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memahami pengelolaan sampah secara langsung.

Menurut Dedi, kebijakan tersebut terinspirasi dari keberhasilan Universitas Islam Bandung (Unisba) dalam mengelola sampah. Bahkan, pengelolaan sampah di kampus tersebut telah diakui sebagai kegiatan akademik yang setara dengan 10 Satuan Kredit Semester (SKS).

Selain memasukkan kegiatan pengelolaan sampah ke dalam pembelajaran, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu indikator penerimaan subsidi pendidikan bagi sekolah. Setiap sekolah diwajibkan mampu memilah serta mengolah sampah organik maupun anorganik menjadi produk yang bermanfaat.

Untuk mendukung pengelolaan sampah setelah dipilah, Pemprov Jabar telah bekerja sama dengan perusahaan pengelola sampah berskala industri. Nantinya, sampah yang telah dipilah di lingkungan sekolah akan diangkut ke perusahaan daur ulang untuk diproses lebih lanjut.

Di sisi lain, Dedi mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang larangan membuang sampah sembarangan. Regulasi tersebut akan memuat sanksi berupa denda administratif maupun hukuman bagi masyarakat yang melanggar.

Apel Siaga Jabar Berseka yang diikuti lebih dari 4.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan. Dalam kesempatan itu, Zulkifli mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Barat dalam mendorong budaya pengelolaan sampah.

Menurutnya, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan mulai dari sumbernya melalui sinergi pemerintah, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat. Ia optimistis, jika gerakan tersebut dilakukan secara masif, sekitar 80 persen persoalan sampah nasional dapat ditangani pada 2029.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Penanganan Sampah oleh Menko Pangan, Gubernur Jawa Barat, para kepala daerah di Bandung Raya, serta sejumlah rektor perguruan tinggi.

Selain itu, diserahkan bantuan alat pengolah sampah inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta penghargaan kepada tokoh dan lembaga yang berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan.

Dedi optimistis program Jabar Berseka yang berjalan selaras dengan program Kementerian Koordinator Bidang Pangan akan mempercepat terwujudnya lingkungan yang bersih. Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi pupuk organik yang mendukung produktivitas pangan sekaligus mewujudkan Jawa Barat yang bersih, sehat, resik, dan indah. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Imunisasi Jadi Investasi Kesehatan Jangka Panjang, Warga Bandung Diajak Lengkapi Vaksin
Pemprov Jabar Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah, Targetkan 50 Persen ATS Kembali Bersekolah pada 2029
TP PKK Ciamis Gelar Seminar Kesehatan, Dorong Masyarakat Cegah Penyakit Tidak Menular
Wagub Jabar Apresiasi Festival Rakyat Nusantara 2026, Dorong UMKM Terus Berkembang
Pemprov Jabar Tutup MPLS Pancawaluya 2026 dengan Aksi Ekologi, Libatkan 343 Ribu Peserta Didik
Erwin: MPLS Jadi Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan Pelajar
komentar
beritaTerbaru