Medan (buseronline.com) - Proyek Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat (SR) di Kota Medan resmi memasuki tahapan transisi ke Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Program yang disebut sebagai salah satu yang tercepat progres pembangunannya di Indonesia tanpa kendala berarti itu kini bersiap memasuki tahap operasional.
Untuk memastikan proses transisi berjalan lancar, Pemko Medan menggelar Rapat Tim Transisi
Sekolah Rakyat Permanen Kota Medan sekaligus pembagian uraian tugas terkait dukungan dan peran perangkat daerah dalam penyelenggaraan
Sekolah Rakyat Permanen di Balai Kota Medan, Senin.
Rapat tersebut dipimpin Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, M Sofyan. Hadir Asisten Administrasi Umum Setda Kota Medan Laksamana Putra Siregar, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin Rangkuti, Kepala Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum Eva, serta perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.
Dalam arahannya, Sofyan menegaskan bahwa keberhasilan PSN
Sekolah Rakyat di Kota Medan harus disyukuri dan dikawal bersama. Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti tugas yang telah diberikan.
"Kami meminta seluruh perangkat daerah untuk segera menindaklanjuti uraian tugas yang telah diberikan kepada masing-masing instansi. Penajaman peran ini penting untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Sekolah Rakyat di Medan," ujarnya.
Sementara itu, Laksamana Putra Siregar menekankan pentingnya sinkronisasi dan penajaman tugas masing-masing perangkat daerah agar implementasi program di lapangan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
"Bapak Wali Kota Medan telah menegaskan kepada kita untuk mendukung penuh penyelenggaraan
Sekolah Rakyat, apalagi ini merupakan proyek strategis nasional," katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, melaporkan bahwa program
Sekolah Rakyat saat ini telah memasuki tahapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (
MPLS).
Sebanyak 270 anak telah terjaring dan siap mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Permanen Kota Medan. Jumlah tersebut terdiri atas 120 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP, dan 60 siswa jenjang SD.
"Anak-anak kita sudah masuk ke tahapan
MPLS. Besok, mereka akan langsung memulai proses perkenalan lingkungan sekolah," jelas Khoiruddin.
Dengan dimulainya MPLS dan dukungan penuh dari seluruh perangkat daerah, Pemko Medan optimistis penyelenggaraan Sekolah Rakyat Permanen dapat berjalan sesuai target dan memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Medan. (P3)
beritaTerkait
komentar