Sabtu, 04 Juli 2026

Muhibah Budaya Yogyakarta 2026 Perkuat Ikatan Sejarah dan Budaya DIY-Sragen

Sabtu, 04 Juli 2026 17:00 WIB
Muhibah Budaya Yogyakarta 2026 Perkuat Ikatan Sejarah dan Budaya DIY-Sragen
Seminar Sejarah bertema Urgensi Hubungan DIY-Sragen dalam Koneksi Historis dan Budaya Mataraman yang digelar di Ruang Seminar SIKK Sragen, Kamis (2/7/2026).

Sragen (buseronline.com) - Hubungan historis antara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Sragen terus diperkuat melalui penyelenggaraan Muhibah Budaya Yogyakarta 2026.

Dilansir dari laman Jatengprov, kegiatan diawali dengan Seminar Sejarah bertema Urgensi Hubungan DIY-Sragen dalam Koneksi Historis dan Budaya Mataraman yang digelar di Ruang Seminar Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Sragen, Kamis.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan Muhibah Budaya merupakan agenda strategis yang secara rutin mempertemukan Yogyakarta dengan daerah-daerah yang memiliki keterkaitan sejarah dan budaya Mataraman.

Menurutnya, Sragen memiliki posisi istimewa karena jejak sejarahnya yang erat dengan DIY, sehingga menjadi mitra potensial dalam pengembangan kerja sama lintas sektor.

"Sragen merupakan saudara tua bagi DIY karena memiliki keterkaitan sejarah dengan tokoh yang sama, yakni Pangeran Mangkubumi. Seminar ini kami harapkan menjadi ruang menghimpun gagasan dari masyarakat sebagai dasar menyusun rekomendasi bentuk kerja sama kebudayaan yang paling sesuai dengan kebutuhan kedua daerah," ujar Dian.

Ia menambahkan, kedekatan historis tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas, mencakup bidang kebudayaan, pendidikan, pariwisata, koperasi, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sinergi itu diharapkan mampu memperkuat promosi potensi daerah sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Purwanti, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Sragen sebagai lokasi penyelenggaraan Muhibah Budaya Yogyakarta 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap pentingnya posisi Sragen dalam sejarah Mataraman sekaligus momentum untuk mempererat hubungan antardaerah.

"Kami bersyukur dan merasa terhormat karena peran historis Sragen masih begitu lekat dalam ingatan masyarakat Yogyakarta. Muhibah Budaya ini kami harapkan semakin menguatkan rasa persaudaraan sekaligus menjadi awal lahirnya kerja sama yang lebih erat di berbagai sektor," katanya.

Seminar sejarah menjadi pembuka rangkaian Muhibah Budaya Yogyakarta 2026 di Kabupaten Sragen yang berlangsung pada 2 Juli serta 5-9 Juli 2026. Selain seminar, kegiatan juga akan diisi dengan workshop, pameran, dan wanuh budaya Mataram sebagai ruang mempererat persaudaraan budaya Mataraman antara DIY dan Sragen.

Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026 dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan dari kedua daerah sebagai wujud penguatan kolaborasi berbasis sejarah dan budaya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bupati Sragen Verifikasi Calon Penerima Beasiswa Sintawati, Buka Harapan Mahasiswa Kurang Mampu
Bunda PAUD Sragen: Pendidikan Prasekolah Penting untuk Kesiapan Anak Masuk SD
360 Bidan Meriahkan HUT ke-75 IBI Sragen, Perkuat Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Lomba Karawitan Pelajar Semarakkan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen
Program Indonesia Pintar Bantu Cegah Anak Putus Sekolah dan Putus Rantai Kemiskinan
Selamatan Giling PG Mojo Sragen Resmi Dibuka, Target Produksi 2026 Meningkat
komentar
beritaTerbaru