Jumat, 01 Mei 2026

Selamatan Giling PG Mojo Sragen Resmi Dibuka, Target Produksi 2026 Meningkat

Jumat, 01 Mei 2026 19:25 WIB
Selamatan Giling PG Mojo Sragen Resmi Dibuka, Target Produksi 2026 Meningkat
Tradisi selamatan giling dengan arak-arakan tebu pengantin dan pagelaran wayang ruwatan kembali digelar di PG Mojo, Kabupaten Sragen, Rabu (29/4/2026).

Sragen (buseronline.com) - Tradisi selamatan giling dengan arak-arakan tebu pengantin dan pagelaran wayang ruwatan kembali digelar di Pabrik Gula (PG) Mojo, Kabupaten Sragen, Rabu.

Dilansir dari laman Jatengprov, kegiatan yang diinisiasi PT Sinergi Gula Nusantara tersebut menandai dimulainya musim giling tebu tahun 2026 sekaligus mendukung program swasembada gula nasional.

General Manager PG Mojo Sragen, Rohsudyanto menyampaikan bahwa capaian produksi tahun 2025 menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pabrik.

Produksi tebu mencapai 4,4 juta kuintal dengan hasil gula sekitar 27 ribu ton, tertinggi di Jawa Tengah. Tahun ini, target produksi ditingkatkan menjadi lima juta kuintal.

"Kami optimistis target giling tahun ini dapat tercapai. Selain itu, penyerapan tenaga kerja yang tahun lalu mencapai sekitar 570 orang, mayoritas warga Sragen, akan terus ditingkatkan," ujarnya.

Ia juga menambahkan, pengelolaan limbah pabrik diperkuat melalui kerja sama dengan masyarakat, termasuk Karang Taruna, dalam pengolahan kompos dan budidaya cacing guna menciptakan sistem yang lebih ramah lingkungan.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas mengungkapkan bahwa pemerintah daerah memperoleh alokasi program prioritas nasional untuk peningkatan produksi tebu melalui bongkar ratoon dan perluasan lahan seluas 1.670 hektare dengan total bantuan Rp23 miliar.

Namun, hingga saat ini realisasi baru mencapai 746 hektare sehingga perlu percepatan pelaksanaan. "Peningkatan produksi tebu bukan sekadar target, tetapi juga upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di wilayah utara Sragen," katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Parwanto menegaskan komitmen petani untuk mendukung target produksi. Ia menekankan pentingnya sinergi antara petani dan pabrik serta manajemen distribusi tebu yang baik agar proses giling berjalan lancar tanpa antrean panjang.

Musim giling PG Mojo tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama 170 hari, dimulai pada 9 Mei 2026, dengan harapan mampu memberikan hasil optimal bagi industri gula dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kementan Percepat Pengembangan Kawasan Tebu 97.970 Hektare Demi Swasembada Gula
komentar
beritaTerbaru