Kamis, 20 Agustus 2026

Prof Bagus Muljadi: Bujangga Manik Layak Jadi Inspirasi Pendidikan Berbasis Budaya Sunda

Selasa, 30 Juni 2026 17:00 WIB
Prof Bagus Muljadi: Bujangga Manik Layak Jadi Inspirasi Pendidikan Berbasis Budaya Sunda
Asisten Profesor Teknik Kimia dan Lingkungan Prof Bagus Muljadi saat menjadi pembicara dalam Simposium Adaptasi Iklim dan Keberlanjutan Jawa Barat yang digelar Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Gedung Bale Pakuan, Bandung, Jumat (26/6/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pendidikan berbasis budaya dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Asisten Profesor Teknik Kimia dan Lingkungan Prof Bagus Muljadi saat menjadi pembicara dalam Simposium Adaptasi Iklim dan Keberlanjutan Jawa Barat yang digelar Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Gedung Bale Pakuan, Bandung, Jumat.

Dilansir dari laman Jabarprov, dalam paparannya, Prof Bagus mengangkat sosok Bujangga Manik sebagai teladan pencari ilmu yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan peradaban masyarakat Sunda.

Menurutnya, Bujangga Manik merupakan diaspora pertama orang Sunda yang kembali ke tanah leluhurnya dengan membawa pengetahuan.

Ia menjelaskan, naskah Bujangga Manik yang tersimpan di Bodleian Library, Oxford, menjadi bukti bahwa masyarakat Sunda telah memiliki tradisi intelektual yang kuat sejak berabad-abad silam.

Perjalanan tokoh tersebut juga melahirkan beragam pengetahuan mengenai batas wilayah, toponimi, etnobotani, seni, kemiliteran, hingga cara masyarakat memandang kehidupan.

Prof Bagus menilai nilai-nilai yang diwariskan Bujangga Manik masih sangat relevan diterapkan dalam sistem pendidikan saat ini. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kepribadian, dan cara berpikir peserta didik.

Ia mencontohkan sistem pendidikan di Inggris yang tetap menjadikan budaya sebagai fondasi sebelum peserta didik mempelajari sains dan teknologi. Menurutnya, bahasa dan budaya memiliki keterkaitan erat dengan cara manusia berpikir.

Mengutip filsuf Ludwig Wittgenstein, Prof Bagus mengatakan bahwa bahasa merupakan medium manusia untuk berpikir, sehingga pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan.

Lebih lanjut, ia menilai Indonesia memiliki banyak tokoh yang mengandung nilai-nilai pendidikan kuat, namun belum banyak dijadikan inspirasi dalam penyusunan sistem pendidikan nasional.

"Bagi saya, Bujangga Manik adalah the Sundanese father of education. Hak untuk berpikir juga milik orang Sunda. Kita memiliki hak untuk menghasilkan pengetahuan dan berkontribusi terhadap peradaban," ujar Prof Bagus.

Melalui simposium tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berharap penguatan pendidikan berbasis budaya lokal dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mencetak generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemko Bandung Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis kepada Investor melalui Investor Day 2026
Investasi Kota Bandung Tembus Rp6,4 Triliun, Target Akhir Tahun Rp12 Triliun
Disdik Jabar dan UPI Perkuat Sinergi Atasi Kekurangan Guru melalui GEMA JABAR
Jawa Barat Pimpin Sementara Perolehan Medali FLS3N Pendidikan Khusus 2026
Dankorbrimob Polri Tekankan Kesiapsiagaan dan Respons Cepat Personel Brimob
Pemprov Jabar Salurkan Bantuan Peternakan ke Kelompok Ternak di Bandung Barat
komentar
beritaTerbaru