Minggu, 04 Oktober 2026

Prof Bagus Muljadi: Bujangga Manik Layak Jadi Inspirasi Pendidikan Berbasis Budaya Sunda

Selasa, 30 Juni 2026 17:00 WIB
Prof Bagus Muljadi: Bujangga Manik Layak Jadi Inspirasi Pendidikan Berbasis Budaya Sunda
Asisten Profesor Teknik Kimia dan Lingkungan Prof Bagus Muljadi saat menjadi pembicara dalam Simposium Adaptasi Iklim dan Keberlanjutan Jawa Barat yang digelar Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Gedung Bale Pakuan, Bandung, Jumat (26/6/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pendidikan berbasis budaya dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Asisten Profesor Teknik Kimia dan Lingkungan Prof Bagus Muljadi saat menjadi pembicara dalam Simposium Adaptasi Iklim dan Keberlanjutan Jawa Barat yang digelar Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Gedung Bale Pakuan, Bandung, Jumat.

Dilansir dari laman Jabarprov, dalam paparannya, Prof Bagus mengangkat sosok Bujangga Manik sebagai teladan pencari ilmu yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan peradaban masyarakat Sunda.

Menurutnya, Bujangga Manik merupakan diaspora pertama orang Sunda yang kembali ke tanah leluhurnya dengan membawa pengetahuan.

Ia menjelaskan, naskah Bujangga Manik yang tersimpan di Bodleian Library, Oxford, menjadi bukti bahwa masyarakat Sunda telah memiliki tradisi intelektual yang kuat sejak berabad-abad silam.

Perjalanan tokoh tersebut juga melahirkan beragam pengetahuan mengenai batas wilayah, toponimi, etnobotani, seni, kemiliteran, hingga cara masyarakat memandang kehidupan.

Prof Bagus menilai nilai-nilai yang diwariskan Bujangga Manik masih sangat relevan diterapkan dalam sistem pendidikan saat ini. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kepribadian, dan cara berpikir peserta didik.

Ia mencontohkan sistem pendidikan di Inggris yang tetap menjadikan budaya sebagai fondasi sebelum peserta didik mempelajari sains dan teknologi. Menurutnya, bahasa dan budaya memiliki keterkaitan erat dengan cara manusia berpikir.

Mengutip filsuf Ludwig Wittgenstein, Prof Bagus mengatakan bahwa bahasa merupakan medium manusia untuk berpikir, sehingga pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan.

Lebih lanjut, ia menilai Indonesia memiliki banyak tokoh yang mengandung nilai-nilai pendidikan kuat, namun belum banyak dijadikan inspirasi dalam penyusunan sistem pendidikan nasional.

"Bagi saya, Bujangga Manik adalah the Sundanese father of education. Hak untuk berpikir juga milik orang Sunda. Kita memiliki hak untuk menghasilkan pengetahuan dan berkontribusi terhadap peradaban," ujar Prof Bagus.

Melalui simposium tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berharap penguatan pendidikan berbasis budaya lokal dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mencetak generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
SNT 7 Bogor Dorong Siswa Ciptakan Solusi Lewat Pembelajaran STEM
Pemprov Jabar Dorong Rebana Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru
Mendikdasmen Tinjau Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya Cirebon
Pemprov Jabar dan OJK Dorong Peternak Ayam Petelur Naik Kelas Lewat Program EGG
Kompolnas Dorong Polri Bongkar Jaringan Sindikat Narkotika
Jabar Uji Sistem Rujukan Baru, Pasien Bisa Langsung ke RS Sesuai Penyakit
komentar
beritaTerbaru