Pemprov
Jabar berencana memberikan bantuan sebesar Rp2,7 juta per siswa pada tahun pertama bagi peserta didik yang melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong partisipasi sekolah swasta dalam program tersebut.
"Jangan sampai gubernur dibikin dilema. Satu sisi menambah rombel di sekolah negeri tidak boleh, tetapi di sisi lain, sekolah swasta ditawari kerja sama dengan anggaran sekian tidak mau," ujar Dedi Mulyadi, Jumat.
Ia menegaskan bahwa tanpa peran sekolah swasta, siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak lolos di sekolah negeri berisiko tidak melanjutkan pendidikan. Karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan tidak ada anak yang terputus sekolah akibat keterbatasan akses.
Ia juga menyebutkan bahwa sebagian siswa dari keluarga mampu telah memilih melanjutkan pendidikan di sekolah swasta pada tahun ajaran 2026/2027, sementara siswa lainnya telah terpetakan untuk bersekolah di sekolah negeri melalui sistem penerimaan murid baru di Jawa Barat. (R)
beritaTerkait
komentar