Minggu, 14 Juni 2026

Kemendikdasmen Paparkan Keberhasilan Transformasi Digital PAUD di Forum Internasional CPRN 2026

Minggu, 14 Juni 2026 10:35 WIB
Kemendikdasmen Paparkan Keberhasilan Transformasi Digital PAUD di Forum Internasional CPRN 2026
Paparan dalam sesi bertema Evidence-Based Inclusive Digital Learning in Indonesia’s Early Childhood Education.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan inklusif berbasis bukti melalui partisipasi aktif pada Konferensi Centre Policy Research Network (CPRN) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 9-11 Juni 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama SEAMEO CECCEP dan SEAMEO Secretariat.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, dalam forum internasional itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Nonformal, dan Informal (PAUD Dikdas PNFI), Gogot Suharwoto memaparkan hasil riset nasional yang menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia telah berjalan secara terukur dan memberikan dampak nyata.

"Kami ingin menghubungkan kebijakan, penelitian, dan praktik. Karena itu, setiap langkah digitalisasi PAUD sedang kami bangun di atas data lapangan dan kebutuhan nyata di sekolah," ujar Gogot saat menyampaikan paparan dalam sesi bertema Evidence-Based Inclusive Digital Learning in Indonesia's Early Childhood Education.

Gogot menjelaskan, hasil empat studi nasional yang melibatkan lebih dari 67.000 responden dari 38 provinsi menjadi dasar pengembangan kebijakan digitalisasi PAUD. Penelitian tersebut mencakup survei tata kelola di 5.997 sekolah, survei terhadap 22.519 kepala sekolah, kunjungan lapangan ke 28 sekolah di 11 provinsi, serta survei kepada 39.567 guru.

Berdasarkan data tersebut, Kemendikdasmen mencatat sejumlah capaian sepanjang 2025. Sebanyak 63.842 sekolah telah menerima perangkat Interactive Flat Panel (IFP), sementara 64.191 sekolah memperoleh laptop dan perangkat penyimpanan data. Selain itu, 168 sekolah di wilayah terpencil telah terhubung dengan layanan internet.

Pada 2026, pemerintah berencana memperluas program digitalisasi ke lebih dari 2.300 sekolah tambahan, termasuk penyediaan panel surya bagi daerah yang belum terjangkau jaringan listrik. Transformasi digital juga berdampak pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Sebanyak 99,1 persen guru peserta pelatihan mengaku mengalami peningkatan praktik pembelajaran, sedangkan 93,8 persen di antaranya telah menggunakan IFP secara rutin dalam kegiatan belajar mengajar.

Dari sisi konten pembelajaran, platform Ruang Murid kini menyediakan ratusan materi interaktif PAUD yang dapat diakses secara luring. Kehadiran platform tersebut diharapkan mampu mendukung pemerataan layanan pendidikan, terutama di daerah dengan keterbatasan akses internet.

Gogot menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan anak usia dini tidak bertujuan menggantikan aktivitas bermain, melainkan menjadi sarana untuk memperkaya pengalaman belajar anak.

"Teknologi dalam PAUD tidak dimaksudkan untuk menggantikan bermain. Teknologi kami gunakan untuk membantu anak mengeksplorasi hal-hal baru dan memperkaya pengalaman belajar mereka," katanya.

Menurutnya, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Paparan Kemendikdasmen mendapat dukungan dari berbagai narasumber dalam CPRN 2026 yang menekankan pentingnya pendidikan inklusif, pemanfaatan teknologi yang ramah bagi semua peserta didik, serta perlunya kebijakan yang disusun berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman lapangan.

Partisipasi Indonesia dalam CPRN 2026 menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi peserta forum internasional, tetapi juga berkontribusi melalui praktik baik dan bukti nyata yang dapat menjadi referensi bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Melalui pendekatan berbasis data, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif, komprehensif, dan bermutu bagi seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Dua Inovasi Digital Kemendikdasmen Raih Pengakuan Dunia di WSIS Prizes 2026
Kemendikdasmen Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital melalui Literasi dan Edukasi Keamanan Siber
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Kemendikdasmen Siapkan Relokasi dan Pembangunan Sekolah Baru untuk SDN 10 Linge Pascabanjir Bandang
Kemendikdasmen Revitalisasi 123 Satuan Pendidikan di Kaltim, Dorong Pendidikan Bermutu untuk Semua
Kemendikdasmen Ajak Masyarakat Kembangkan Konten Digital Interaktif untuk Pendidikan Kesetaraan
komentar
beritaTerbaru