"Teknologi dalam PAUD tidak dimaksudkan untuk menggantikan bermain. Teknologi kami gunakan untuk membantu anak mengeksplorasi hal-hal baru dan memperkaya pengalaman belajar mereka," katanya.
Menurutnya, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Paparan Kemendikdasmen mendapat dukungan dari berbagai narasumber dalam CPRN 2026 yang menekankan pentingnya pendidikan inklusif, pemanfaatan teknologi yang ramah bagi semua peserta didik, serta perlunya kebijakan yang disusun berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman lapangan.
Partisipasi Indonesia dalam
CPRN 2026 menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi peserta forum internasional, tetapi juga berkontribusi melalui praktik baik dan bukti nyata yang dapat menjadi referensi bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Melalui pendekatan berbasis data, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif, komprehensif, dan bermutu bagi seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. (R)
beritaTerkait
komentar