Tabanan (buseronline.com) - Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan melalui program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah di seluruh Indonesia.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (
Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten
Tabanan, Bali, Kamis.
Dalam kegiatan tersebut, Fajar menyampaikan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran melalui APBN untuk melanjutkan revitalisasi sekitar 11.744 satuan pendidikan pada tahun 2026.
Selain itu, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan penambahan sedikitnya 60.000 satuan pendidikan penerima bantuan revitalisasi, sehingga total mencapai sekitar 71.000 sekolah di seluruh Indonesia.
"Sejak era Orde Baru membangun SD Inpres, belum pernah ada lagi pembangunan atau perbaikan sekolah secara masif kecuali di era Bapak Prabowo ini," ujar Fajar di hadapan ratusan guru, pimpinan daerah, dan pemangku kepentingan pendidikan yang hadir.
Ia menegaskan pemerintah menargetkan pada tahun 2028 tidak ada lagi sekolah dengan kondisi rusak berat, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga terus mendorong transformasi digital pembelajaran. Pada tahun 2025, pemerintah telah mendistribusikan 288.000 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia dan menargetkan penambahan hingga 800.000 unit pada tahun 2026.
Sebelum menghadiri acara peresmian, Fajar meninjau SD Negeri 3 Sembung Gede yang bangunannya mengalami kerusakan parah hingga ambruk dan membahayakan keselamatan warga sekolah.
Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar sementara dilakukan di ruang-ruang darurat, termasuk perpustakaan sekolah.
Menanggapi kondisi tersebut, Fajar meminta jajarannya untuk memprioritaskan sekolah itu dalam program revitalisasi tahun 2026. "Tadi sebelum naik panggung, saya sampaikan kepada Bapak Wakil Bupati, sekolah tersebut langsung masuk daftar prioritas," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Fajar juga melakukan penandatanganan simbolis revitalisasi yang mewakili 22 penerima bantuan dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Pemerintah Kabupaten
Tabanan mencatat sebanyak 62 sekolah di daerah tersebut menerima bantuan perbaikan pada tahun ini.
Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah memiliki makna yang lebih besar dibanding sekadar pembangunan fisik bangunan.
"Revitalisasi sekolah bukan semata-mata pembangunan atau perbaikan gedung, melainkan investasi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan inspiratif bagi peserta didik," ujarnya.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi peradaban yang menentukan kualitas generasi masa depan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana, penguatan kapasitas guru, pengembangan literasi dan numerasi, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal.
Dampak program revitalisasi juga dirasakan langsung oleh sekolah penerima bantuan. Kepala SMP Negeri 2 Kediri, Ni Luh Putu Septawati, mengungkapkan bahwa dua ruang kelas di sekolahnya mengalami kerusakan berat selama tiga tahun sebelum akhirnya mendapatkan bantuan revitalisasi.
"Setelah tiga tahun menunggu dengan kerusakan yang terus memburuk, akhirnya sekolah kami menerima program revitalisasi," ujarnya.
Kini dua ruang kelas tersebut telah kembali digunakan dalam kondisi yang layak sehingga meningkatkan motivasi guru dan semangat belajar peserta didik.
Hal senada disampaikan Kepala SD Negeri 3 Marga, I Nyoman Adi Saputra. Menurutnya, revitalisasi sekolah tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi guru dan siswa.
"Ruang kelas yang lebih layak menghadirkan suasana belajar yang lebih nyaman, sementara lingkungan sekolah yang baik akan menumbuhkan semangat belajar dan semangat mengajar," katanya.
Menutup kegiatan, Fajar menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya dilakukan melalui perbaikan sarana fisik, tetapi juga melalui penguatan kualitas guru dan transformasi pembelajaran.
Ia mengajak pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mengawal berbagai program prioritas pendidikan.
Melalui percepatan revitalisasi sekolah, transformasi digital pembelajaran, dan peningkatan kompetensi guru, pemerintah berharap seluruh anak Indonesia dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan berkualitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. (R)
beritaTerkait
komentar