Tren penempatan kerja lulusan LKP di luar negeri pun menunjukkan peningkatan positif, terutama pada sektor hospitality, caregiver, terapi spa, kapal pesiar, hingga manufaktur.
"Kami terus mendorong penguatan kualitas lembaga melalui peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan kurikulum berbasis industri global, serta penguatan sertifikasi kompetensi," jelas Yaya.
Ia menambahkan, Direktorat Kursus dan Pelatihan juga memperkuat pendampingan alumni melalui Sistem Informasi Penempatan Kerja dan Alumni (SIPAKU).
Webinar serupa direncanakan akan digelar rutin setiap minggu dengan menghadirkan pembicara dari luar negeri guna memperkuat kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri global.
Webinar turut menghadirkan alumni LKP yang telah sukses berkarier di luar negeri, di antaranya Evi Nur Alifah yang kini bekerja sebagai Banquet Captain di Dubai serta Yusuf Aldiansah yang berkarier di Albania.
Evi mengungkapkan bahwa pendidikan di LKP tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga membentuk disiplin, etika kerja, kemampuan komunikasi, dan rasa percaya diri yang sangat dibutuhkan di industri internasional.
Senada dengan itu, Yusuf menyebut pengalaman bekerja di Albania telah membuka wawasan global sekaligus mengasah profesionalisme dan kemampuan beradaptasi dengan budaya baru.
Webinar ini juga menghadirkan perwakilan industri internasional, Igli Tavlinezh, yang mengapresiasi kualitas tenaga kerja asal Indonesia.
Menurutnya, lulusan Indonesia memiliki kombinasi kompetensi teknis, integritas, disiplin, dan kemampuan bekerja dalam tim multikultural yang sangat dibutuhkan industri global.
Melalui kegiatan ini,
Kemendikdasmen berharap LKP di Indonesia semakin mampu bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang adaptif, profesional, dan bertaraf internasional sehingga mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di pasar kerja dunia. (R)
beritaTerkait
komentar