Pamekasan (buseronline.com) - Program Tunjangan Profesi Guru (TPG) tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran di sekolah.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, sejumlah guru di Kabupaten
Pamekasan,
Jawa Timur, mulai memanfaatkan dana TPG untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan berbasis teknologi.
Di SDN Jalmak 1, para guru memanfaatkan tunjangan tersebut untuk membeli perangkat penunjang pembelajaran dan mengintegrasikan teknologi digital dalam proses belajar mengajar.
Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Dwi Arista Wardana mengatakan bahwa dana TPG membantunya menyiapkan materi pembelajaran yang lebih inovatif. Ia menggunakan tunjangan tersebut untuk membeli laptop yang kini dimanfaatkan dalam kegiatan belajar di kelas.
"Dampak TPG ini membantu saya untuk berinovasi menyiapkan materi pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif dengan perangkat laptop. Puji syukur kelas PJOK saya sekarang lebih interaktif, mampu membangun kolaborasi dan partisipasi murid dalam proses pengajaran," ujar Dwi.
Menurut Dwi, pembelajaran PJOK tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan fisik murid, tetapi juga membangun karakter melalui suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.
Hal serupa disampaikan guru kelas SDN Jalmak 1, Sri Riana.
Ia menilai TPG memberikan dampak besar terhadap kesejahteraan guru sekaligus kualitas pembelajaran di sekolah. Sri memanfaatkan dana TPG untuk membeli tablet yang digunakan mengenalkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) kepada murid.
Melalui perangkat tersebut, Sri menggunakan berbagai aplikasi permainan edukatif seperti Kahoot dan Quizizz agar proses belajar menjadi lebih menarik dan partisipatif.
"Dengan tablet yang saya beli ini, sekarang saya bisa memanfaatkan berbagai permainan edukatif seperti Kahoot dan Quizizz. Murid-murid pun kini menjadi sangat antusias belajar dan tidak bosan saat di kelas. Semoga TPG dapat terus berlanjut dan membuat guru-guru semakin berinovasi untuk mengajar," tutur Sri.
Manfaat TPG juga dirasakan guru sekolah swasta. Samsi, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Plus Nurul Hikmah, mengaku program tersebut membantu memberikan ketenangan ekonomi sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan kompetensi diri.
Ia memanfaatkan dukungan tersebut untuk mengikuti berbagai pelatihan, seminar, dan pendidikan serta pelatihan (diklat) guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Semoga kesejahteraan guru dapat terus ditingkatkan, khususnya bagi guru swasta dan honorer yang terus berjuang untuk mengajar. Sejatinya, baik guru ASN maupun guru swasta memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Samsi.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menegaskan pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas kompetensi dan kesejahteraan guru melalui berbagai program prioritas.
Saat berkunjung ke Universitas Trunojoyo Madura, Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa Kemendikdasmen telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 12 ribu guru untuk melanjutkan studi D4/S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program tersebut akan kembali dilanjutkan pada 2026 dengan target menjangkau 150 ribu guru melalui bantuan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester. Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat kesejahteraan guru melalui program sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG).
"Pada aspek kesejahteraan guru, kami sudah melaksanakan sertifikasi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dari sertifikasi tersebut diharapkan ada pemenuhan jam mengajar dan pada akhirnya bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi serta meningkatkan kesejahteraan guru," ungkap Abdul Mu'ti. (R)
beritaTerkait
komentar