Praha (buseronline.com) - Republik Ceko menjaga asa untuk kembali tampil di Piala Dunia FIFA setelah menyingkirkan Republik Irlandia melalui drama adu penalti pada semifinal play-off Jalur D.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, kedua tim bermain imbang 2-2 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu.
Ceko akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 4-3 dalam babak tos-tosan, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di kandang menjadi 17 pertandingan.
Irlandia memulai laga dengan agresif. Kapten Nathan Collins hampir membuka keunggulan lewat peluang yang membentur mistar.
Tim tamu kemudian benar-benar unggul setelah wasit Glenn Nyberg menunjuk titik putih menyusul pelanggaran terhadap Collins. Troy Parrott yang menjadi eksekutor sukses membawa Irlandia memimpin.
Keunggulan bertambah lima menit kemudian melalui situasi sepak pojok. Bola sapuan Vladimir Coufal justru berujung gol bunuh diri setelah mengenai tiang dan kiper Matej Kovar sebelum melewati garis.
Tertinggal dua gol, Ceko bangkit. Patrik Schick memperkecil ketertinggalan lewat penalti sebelum turun minum, mengubah skor menjadi 1-2.
Memasuki babak kedua, Irlandia sempat mengancam melalui Jayson Molumby, namun upayanya membentur tiang. Setelah itu, Ceko mengambil alih kendali permainan.
Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya membuahkan hasil ketika Ladislav Krejci menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok.
Skor imbang bertahan hingga waktu normal usai dan berlanjut ke perpanjangan waktu. Meski sejumlah peluang tercipta, termasuk kontroversi handball Molumby yang dinilai terjadi di luar kotak penalti, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Penentuan pemenang pun harus dilakukan melalui adu penalti. Kiper Matej Kovar tampil sebagai pahlawan setelah menggagalkan tendangan Alan Browne.
Penendang terakhir Ceko, Jan Kliment, sukses menjalankan tugasnya dan memastikan kemenangan tim tuan rumah.
Hasil ini membawa Ceko ke partai final play-off, di mana mereka akan menghadapi Denmark.
Satu kemenangan lagi akan mengantarkan mereka kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2006. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
beritaTerkait
komentar