RCDE (buseronline.com) - Getafe berhasil meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas Espanyol dengan skor 2-1 dalam lanjutan La Liga di RCDE Stadium, Sabtu.
Pertandingan ini diwarnai sejumlah keputusan VAR kontroversial serta drama hingga menit akhir. Sejak peluit awal dibunyikan, Espanyol langsung tampil agresif dan mendominasi jalannya laga.
Tuan rumah sempat mengajukan protes keras setelah bola diduga mengenai tangan pemain Getafe, Diego Rico, di dalam kotak penalti. Namun, wasit tetap bergeming dan tidak memberikan hadiah penalti usai meninjau VAR.
Petaka bagi Espanyol berlanjut pada menit ke-15 ketika gol Cyril Ngonge dianulir karena offside. Keputusan serupa kembali terjadi pada menit ke-30 saat gol Ramon Terrats juga dibatalkan dengan alasan yang sama.
Alih-alih unggul, Espanyol justru harus menelan pil pahit di penghujung babak pertama. Getafe tampil efektif dengan mencetak dua gol cepat di masa injury time.
Domingos Duarte membuka keunggulan pada menit ke-45+3, disusul gol Mauro Arambarri pada menit ke-45+7 yang membawa tim tamu unggul 2-0 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, Espanyol mencoba bangkit. Pelatih melakukan perubahan dengan memasukkan Roberto Fernandez, yang langsung memberikan dampak positif.
Ia berhasil mencetak gol pada menit ke-68 dan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Meski terus menekan di sisa waktu pertandingan, Espanyol gagal menyamakan kedudukan.
Penampilan gemilang kiper Getafe, David Soria, menjadi penghalang utama bagi tuan rumah. Ketegangan memuncak di menit akhir ketika klaim penalti dari Jofre Carreras diabaikan wasit.
Protes keras dari kubu Getafe bahkan berujung pada kartu merah untuk pelatih Jose Bordalas. Hingga laga usai, skor 2-1 untuk kemenangan Getafe tetap bertahan.
Hasil ini membawa Getafe CF naik ke peringkat delapan klasemen sementara dengan 38 poin. Sementara itu, Espanyol harus puas tertahan di posisi ke-10 dengan raihan 37 poin. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
beritaTerkait
komentar