Selasa, 05 Mei 2026

Penugasan Wasit Asing Full-time, PSSI dan I.League Dorong Pengembangan Wasit Nasional

Sabtu, 27 Desember 2025 01:14 WIB
Penugasan Wasit Asing Full-time, PSSI dan I.League Dorong Pengembangan Wasit Nasional
Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa (kedua kanan), wasit asing Yudai Yamamoto (tengah), Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra (kedua kiri), dan General Manager of Competition & Strategy I.League Takeyuki Oya (kiri) berfoto bersama usai konferensi per
Jakarta (buseronline.com) - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Komite Perwasitan, bekerja sama dengan I.League, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan pertandingan di BRI Super League. Salah satu langkah strategis yang kini dipercepat adalah penugasan wasit asing berpengalaman asal Jepang, Yudai Yamamoto, secara penuh waktu (full-time).

Kebijakan tersebut diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor I.League, Senin. Hadir dalam kesempatan itu Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra, Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa, General Manager of Competition & Strategy I.League Takeyuki Oya, serta Yudai Yamamoto.

Penugasan wasit asing secara penuh waktu ini dilakukan seiring dengan pesatnya peningkatan kualitas kompetisi BRI Super League. Saat ini, kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional tersebut diwarnai oleh intensitas permainan yang semakin tinggi, bertambahnya kuota pemain asing di lapangan, serta banyaknya pemain nasional yang memiliki pengalaman bermain di level internasional. Kehadiran pelatih kepala dari Eropa dan Amerika Selatan juga turut mendorong standar teknis pertandingan menjadi semakin kompetitif.

Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra menyampaikan bahwa perkembangan kompetisi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas perangkat pertandingan, khususnya wasit. Menurutnya, kepemimpinan wasit yang berkualitas menjadi faktor penting dalam menjaga ritme, keadilan, dan kredibilitas pertandingan.

“Kompetisi kita berkembang sangat cepat. Untuk itu, kualitas perwasitan juga harus naik level agar mampu mengimbangi dinamika permainan yang semakin kompleks,” ujar Asep.

Senada dengan itu, Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa menegaskan bahwa peningkatan kualitas wasit merupakan agenda prioritas PSSI. Meskipun berbagai terobosan telah dilakukan, seperti penerapan sistem evaluasi wasit terbaru Referee Evaluation and Education System (REFER), implementasi Video Assistant Referee (VAR), serta penguatan Departemen Perwasitan PSSI, pengembangan sumber daya manusia wasit tetap membutuhkan pendekatan berkelanjutan.

“Kehadiran wasit berpengalaman seperti Yudai Yamamoto diharapkan dapat menjadi role model sekaligus sarana pembelajaran langsung bagi wasit BRI Super League dan kandidat wasit elite nasional,” kata Ogawa.

Yudai Yamamoto dikenal sebagai wasit dengan rekam jejak panjang di Jepang dan Asia. Ia tercatat sebagai wasit J1 League, FIFA Referee, serta AFC Elite Referee selama lebih dari satu dekade. Ratusan pertandingan domestik dan internasional telah dipimpinnya, menjadikan Yamamoto figur yang memiliki otoritas dan pengalaman tinggi dalam memimpin laga dengan standar internasional.

Pada musim 2025/2026, Yamamoto juga telah memimpin sejumlah pertandingan BRI Super League. Kehadirannya dinilai memberikan kontribusi langsung dalam penerapan standar kepemimpinan pertandingan internasional, baik dari aspek pengambilan keputusan, komunikasi dengan pemain dan ofisial, hingga pengelolaan emosi pertandingan.

Dalam penugasannya secara penuh waktu, Yamamoto tidak hanya memimpin pertandingan, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pengembangan wasit nasional. Program tersebut meliputi observasi harian, diskusi teknis, evaluasi pascapertandingan, serta berbagi pengalaman praktis mengenai kepemimpinan wasit di level tertinggi.

Penugasan Yudai Yamamoto direncanakan berlangsung selama satu tahun lima bulan, mencakup paruh musim BRI Super League 2025/2026 hingga satu musim penuh 2026/2027. Evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala dan menjadi dasar pertimbangan perpanjangan kontrak. Bahkan, terbuka peluang bagi Yamamoto untuk melanjutkan perannya sebagai referee technical expert setelah masa aktifnya sebagai wasit berakhir.

General Manager of Competition & Strategy I.League Takeyuki Oya menilai kebijakan ini sebagai investasi jangka panjang bagi sepak bola Indonesia. Menurutnya, wasit merupakan bagian integral dari ekosistem kompetisi yang tidak terpisahkan dari kualitas permainan itu sendiri.

“Wasit bukan sekadar pengadil, tetapi penjaga kualitas, keadilan, dan kredibilitas kompetisi. Dengan program ini, kami berharap standar wasit nasional dapat meningkat lebih cepat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kebijakan penugasan wasit asing secara penuh waktu ini, PSSI dan I.League menegaskan komitmennya untuk membangun BRI Super League sebagai kompetisi yang modern, profesional, dan berkelas internasional, sekaligus memperkuat fondasi perwasitan nasional menuju level yang lebih tinggi. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
beritaTerkait
Kemenkes dan UNICEF Teken ProDoc 2026-2030 untuk Perkuat Sistem Kesehatan Nasional
PWI Sumut Ajak Mitra dan Pengurus Tingkatkan Partisipasi Kurban 2026
Pemerintah Dorong Kemandirian Farmasi, MPI Bangun Fasilitas Produksi Rp404 Miliar di Cakung
Pemkab Tapanuli Utara Peringati Hardiknas 2026, 44 Siswa Berprestasi Terima Reward
Prabowo Bahas Pengawasan Transaksi Keuangan Bersama PPATK di Hambalang
PWI Bona Pasogit Gelar Diklat AI dan Eksplorasi Wisata Sibandang
komentar
beritaTerbaru