Senin, 06 Juli 2026

Peparnas XVII: Bibit Baru Judo Tunanetra Siap Meramaikan APG 2025

Minggu, 13 Oktober 2024 04:25 WIB
Peparnas XVII: Bibit Baru Judo Tunanetra Siap Meramaikan APG 2025
Opik Jaya dari Jawa Barat (kanan) bertarung dengan Atep Sulaiman (kiri) dari Jawa Barat pada Cabor Judo No J2 -60 Kg Putra Kategori Individual PEPARNAS XVII di Swisbell Hotel, Jawa Tengah, Senin (07/10/2024). (Dok/PB Peparnas XVII)
Solo (buseronline.com) - Perkembangan judo tunanetra di Indonesia menunjukkan kemajuan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai cabang olahraga yang relatif baru, Indonesia berhasil meraih prestasi mengesankan di tingkat internasional. Dalam perhelatan ASEAN Para Games (APG) 2023 di Kamboja, kontingen Indonesia keluar sebagai juara umum dengan koleksi 11 medali emas dan lima perak.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari keberadaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) yang rutin diselenggarakan. Di Peparnas XVII Solo 2024, bibit-bibit baru atlet judo tunanetra terus bermunculan, menandai potensi mereka untuk bersaing di tingkat lebih tinggi.

I Made Suwadarma, Technical Delegate Judo Tunanetra Peparnas XVII, menyatakan bahwa Peparnas sangat membantu dalam menjaring atlet-atlet berpotensi. Dia menyoroti beberapa atlet muda yang memiliki kemampuan untuk digembleng menuju ajang internasional, termasuk APG 2025 di Thailand.

"Ajang Peparnas XVII dipantau oleh tim pelatih Pelatnas judo tunanetra. Tentu sudah ada sejumlah nama yang masuk dalam seleksi Pelatnas,” ujar Made saat ditemui di venue judo tunanetra di Swiss Bellinn Saripetojo, Jumat (11/10/2024).

Salah satu atlet yang menonjol adalah Opik Jaya asal Jawa Barat, yang berhasil meraih medali emas di nomor pertandingan 60 kilogram klasifikasi J2. Klasifikasi J2 diperuntukkan bagi atlet dengan kemampuan penglihatan terbatas. Di usia 20 tahun, Opik Jaya menunjukkan performa luar biasa di debutnya di Peparnas.

Made juga menjelaskan bahwa Peparnas kali ini memperkenalkan sejumlah terobosan, termasuk tidak memisahkan atlet elite dari atlet nasional. Hal ini memungkinkan atlet muda dan debutan merasakan atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif.

Dalam hal persaingan, kontingen Jawa Barat masih mendominasi cabang judo tunanetra dengan perolehan enam medali emas, diikuti tuan rumah Jawa Tengah dengan tiga medali emas. Kontingen Jabar menargetkan gelar juara umum di cabang ini.

Pelatih kepala judo tunanetra Jabar, Yuli Yuliani, mengungkapkan bahwa timnya telah memenuhi target enam medali emas yang dicanangkan, bahkan melebihi capaian di Peparnas Papua sebelumnya.

"Semoga bisa menambah minimal satu emas lagi di hari tersisa untuk memastikan juara umum di cabang ini,” harap Yuli.

Yuli juga menambahkan bahwa performa Opik Jaya menjadi kejutan dalam timnya. Meskipun awalnya tidak diproyeksi meraih medali, Opik berhasil memberikan hasil yang membanggakan.

Hingga Jumat petang, kontingen Jabar masih memimpin dengan enam medali emas, tujuh perak, dan tujuh perunggu, sementara Jateng mengikuti dengan empat emas dan empat perunggu. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
beritaTerkait
Prabowo: Kerja Sama Ekonomi Tetap Jadi Pilar Utama Hubungan Indonesia-Singapura
Bupati Taput Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Maklumat Pelayanan Sekolah
Bupati Taput Usulkan Huntara Adiankoting Jadi Hunian Tetap dalam Evaluasi BSRR
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong Gelar Leaders' Retreat, Hasilkan 26 Kerja Sama Strategis
Wagub Jateng: Pendidikan Agama Jadi Kunci Ketenteraman Masyarakat dan Pembangunan SDM
Kemendikdasmen Perkuat Mutu Pembelajaran lewat Supervisi Pengelolaan Kinerja 2026
komentar
beritaTerbaru