Rabu, 23 September 2026

Timnas Singapura Kehilangan Dua Bintang di Piala AFF 2026, Peluang Indonesia Makin Terbuka

Kamis, 23 Juli 2026 09:10 WIB
Timnas Singapura Kehilangan Dua Bintang di Piala AFF 2026, Peluang Indonesia Makin Terbuka
Timnas Singapura dalam pertandingan melawan Kamboja pada laga pertama penyisihan Grup A Piala AFF 2024 di National Stadium, Singapura, pada 11 Desember 2024.

Medan (buseronline.com) - Timnas Singapura dipastikan tampil tanpa dua pemain andalannya pada ajang Piala AFF 2026. Absennya Safuwan Baharudin dan Ikhsan Fandi menjadi pukulan telak bagi The Lions yang tergabung di Grup A bersama Timnas Indonesia.

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) telah merilis daftar 25 pemain pilihan pelatih Gavin Lee untuk Piala AFF 2026 yang berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Namun, nama Safuwan Baharudin dan Ikhsan Fandi tidak masuk dalam daftar skuad.

Mengutip laporan The Straits Times, kedua pemain gagal bergabung karena Piala AFF 2026 digelar di luar kalender resmi FIFA. Kondisi tersebut membuat klub masing-masing tidak berkewajiban melepas pemain ke tim nasional.

Safuwan saat ini memperkuat Selangor FC di Liga Super Malaysia, sedangkan Ikhsan Fandi membela klub kasta ketiga Jepang, Thespa Gunma. Kehilangan Safuwan menjadi kerugian besar bagi lini pertahanan Singapura.

Bek berusia 34 tahun itu merupakan pemain aktif dengan jumlah penampilan terbanyak di Timnas Singapura, yakni 133 caps dengan torehan 14 gol. Ia juga menempati peringkat keenam dalam daftar pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah The Lions.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Vietnam vs Thailand di Final Piala AFF 2026: Duel Dua Raksasa Asia Tenggara
Thailand Lolos ke Final Piala AFF 2026 Meski Kalah 1-2 dari Singapura
PSSI Tunda Evaluasi John Herdman Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026
Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Bidik Gelar FIFA ASEAN Cup
Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Erick Thohir Pastikan PSSI Evaluasi Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Ulangi Catatan Buruk 12 Tahun Lalu
komentar
beritaTerbaru