Ungaran (buseronline.com) - Prestasi membanggakan diraih peternak muda asal Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Dilansir dari laman Jatengprov, Satria Aji Nur Rifki, warga Temenggungan RT 7 RW 3, berhasil meraih Juara II Lomba Domba Ekstrem Piala Gubernur Jawa Tengah 2026 melalui domba pedaging jenis Sakub dengan bobot mencapai 132 kilogram.
Kompetisi tersebut digelar dalam rangka Jambore Inseminator tingkat Jawa Tengah oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, yang berlangsung di Lapangan Kompleks Perkantoran Tarubudaya, Ungaran, Jumat pagi.
Dalam ajang tersebut, Satria menerima Piala Gubernur Jawa Tengah untuk kategori ekstrem pejantan yang diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. Satria menjelaskan, domba Sakub yang ia kembangkan merupakan jenis lokal asal Brebes.
Dengan bekal ilmu dari bangku kuliah di Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, ia berhasil membesarkan ternaknya hingga menjadi pejantan unggulan yang mampu bersaing di tingkat provinsi.
Sebelumnya, domba miliknya bahkan pernah mencapai bobot 144 kilogram dan meraih berbagai prestasi, termasuk sembilan piala dan 20 piagam penghargaan.
Ternak tersebut juga pernah dinobatkan sebagai domba terbaik dalam kontes di Brebes. "Kunci keberhasilan ada pada pilihan bibit, perawatan, dan pakan," ujarnya.
Peternakan keluarga yang dikelola di Loco Farm tersebut baru dirintis sejak Januari 2025. Saat ini, terdapat satu ekor domba Sakub sebagai pejantan utama, sementara sekitar 50 ekor lainnya merupakan domba lokal.
Sementara itu, Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno menegaskan pentingnya penguatan sektor peternakan untuk mendukung swasembada daging nasional. Ia berharap Kementerian Pertanian dapat terus meningkatkan kapasitas peternak lokal agar produksi daging ruminansia semakin efisien.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyampaikan bahwa populasi ternak di Jawa Tengah mencapai lebih dari 6,4 juta ekor yang terdiri atas sapi, domba, dan kambing.
Hal ini menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu penyangga utama subsektor peternakan nasional. Ia juga menekankan peran 766 inseminator yang tersebar di seluruh Jawa Tengah sebagai ujung tombak peningkatan populasi ternak melalui layanan reproduksi. (R)
beritaTerkait
komentar