Rabu, 19 Agustus 2026

15 Balita di Bogor Timur Keluar dari Stunting Setelah Intervensi Enam Bulan

Selasa, 19 Mei 2026 18:45 WIB
15 Balita di Bogor Timur Keluar dari Stunting Setelah Intervensi Enam Bulan
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat meninjau kondisi balita di Kelurahan Katulampa, Rabu (13/5/2026).

Bogor (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bogor bersama Junior Chambers Indonesia Femme dan China Chambers berhasil membantu 15 balita di Kecamatan Bogor Timur keluar dari kategori stunting setelah menjalani program intervensi selama enam bulan.

Dilansir dari laman Jabarprov, program pendampingan tersebut menyasar 71 anak stunting yang tersebar di enam kelurahan melalui pemberian makanan tambahan, pemantauan gizi, serta evaluasi kesehatan secara berkala.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan hasil intervensi menunjukkan perkembangan positif pada kondisi balita penerima bantuan.

"Kita coba survei kepada mereka yang sudah mendapat intervensi selama enam bulan ke belakang. Alhamdulillah ada kenaikan berat badan, gizi, dan lainnya," ujar Jenal saat meninjau kondisi balita di Kelurahan Katulampa, Rabu.

Menurut Jenal, penanganan stunting tidak hanya bergantung pada pemenuhan gizi, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor lain seperti pola asuh orang tua, lingkungan sehat, akses air bersih, hingga kondisi tempat tinggal keluarga.

"Indikator stunting tidak hanya dilihat dari kebutuhan gizi saja. Banyak variabel dan faktor, seperti pola asuh ibu, lingkungan dan air bersih, serta tempat tinggal yang representatif," katanya.

Pemerintah Kota Bogor memastikan program penanganan stunting akan terus dilanjutkan meski tahap awal bantuan telah selesai dilaksanakan.

Pendalaman juga akan dilakukan terhadap balita yang masih mengalami stunting guna mengetahui penyebab utama dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Beberapa kasus, lanjut Jenal, memerlukan pemeriksaan kesehatan lanjutan karena diduga berkaitan dengan penyakit bawaan yang membutuhkan tindakan medis khusus.

Sementara itu, perwakilan Junior Chambers Indonesia Femme, Istia Sofyania, mengatakan 15 balita yang berhasil keluar dari stunting tersebar di enam kelurahan di Kecamatan Bogor Timur.

"Hari ini kita evaluasi juga bersama-sama, apakah bantuan makanan tambahan ini masih bagus atau perlu intervensi lain. Tapi tujuannya tetap sama, yaitu menyukseskan Zero Stunting," ujarnya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak di Kota Bogor. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
KPK Dorong ATR/BPN Perkuat Integritas untuk Tutup Celah Korupsi
Kota Bogor Diusulkan Jadi Percontohan Nasional Penanggulangan TBC
Timnas Indonesia Dapat Angin Segar, Kamboja Kehilangan Sejumlah Pemain Jelang Piala AFF 2026
KPK dan MA Perkuat Integritas Aparatur Peradilan Melalui Program PRISMA
Pemkab Kendal Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi Serentak untuk Tekan Stunting
Pemko Bandung Luncurkan Program Zero New Stunting, Fokus pada Perbaikan Sanitasi dan Lingkungan
komentar
beritaTerbaru