Rabu, 13 Mei 2026

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Virus Hanta, Indonesia Belum Temukan Kasus HPS

Rabu, 13 Mei 2026 19:50 WIB
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Virus Hanta, Indonesia Belum Temukan Kasus HPS
Kementerian Kesehatan RI meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus Hanta menyusul meningkatnya temuan kasus di Indonesia serta laporan internasional mengenai kasus HPS pada kapal pesiar MV Hondius.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan RI meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus Hanta menyusul meningkatnya temuan kasus di Indonesia serta laporan internasional mengenai kasus Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) pada kapal pesiar MV Hondius.

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Andi Saguni menegaskan bahwa hingga saat ini Indonesia belum menemukan kasus HPS. Kasus yang terdeteksi di Indonesia merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.

"Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional," ujar dr Andi dalam konferensi pers daring, Senin.

Berdasarkan data Kemenkes, sepanjang 2024 hingga Mei 2026 tercatat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS. Kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.

Tren kasus terkonfirmasi juga menunjukkan peningkatan. Pada 2024 hanya ditemukan satu kasus, kemudian meningkat menjadi 17 kasus pada 2025, dan hingga Mei 2026 tercatat lima kasus.

Menurut dr Andi, peningkatan jumlah kasus yang terlaporkan salah satunya dipengaruhi penguatan kapasitas deteksi dan pemeriksaan laboratorium di Indonesia.

"Peningkatan kasus yang terlaporkan menunjukkan sistem kewaspadaan dan deteksi dini kita semakin baik. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan," katanya dilansir dari laman Kemkes.

Virus Hanta diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya. Faktor risiko utama penularan antara lain aktivitas di lingkungan dengan populasi tikus tinggi, gudang tertutup, area banjir, hingga kegiatan luar ruang seperti berkemah dan mendaki.

Selain pemantauan kasus di dalam negeri, Kemenkes juga merespons notifikasi internasional terkait satu kontak erat kasus HPS dari kapal pesiar MV Hondius yang berada di Indonesia. Kontak erat tersebut telah menjalani pemeriksaan di RSPI Sulianti Saroso dengan hasil negatif untuk Hantavirus tipe HPS maupun HFRS.

"Begitu notifikasi diterima, kami langsung melakukan penyelidikan epidemiologi, koordinasi lintas sektor, pemeriksaan laboratorium, hingga pemantauan terhadap kontak erat tersebut," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes memperkuat pengawasan di pintu masuk negara melalui thermal scanner, pengamatan visual, serta sistem surveilans pelaku perjalanan.

Pemerintah juga menyiapkan jejaring laboratorium dengan kemampuan pemeriksaan PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS), serta memperkuat kesiapan 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia.

"Kami terus memperkuat kesiapsiagaan nasional mulai dari surveilans, laboratorium, hingga layanan kesehatan agar setiap potensi kasus dapat ditangani secara cepat dan tepat," ujar dr Andi.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya, menyimpan makanan di tempat tertutup, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, batuk, atau sesak napas.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan pakai sabun, sebagai langkah utama pencegahan penyakit virus Hanta," tutup dr Andi Saguni. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes RI Ingatkan Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Masyarakat
Kemenkes Benahi Total Program Internsip Dokter
Forum Nasional Kesehatan Perempuan Tegaskan Komitmen Layanan Setara dan Berkualitas
Pemerintah Luncurkan Konsorsium 1.000 HPK, Targetkan Penurunan Drastis Kematian Ibu dan Bayi
Kemenkes Dorong Siswa Jadi “First Aider” Kesehatan Mental Lewat Bedah Buku
500 Warga Dapat Operasi Katarak Gratis, Kemenkes Perkuat Kerja Sama Internasional
komentar
beritaTerbaru