Menurutnya, jumlah penderita TBC di Kabupaten Rembang diperkirakan mencapai sekitar 2 ribu orang. Untuk mempercepat penanganan, pemerintah melakukan pemeriksaan menggunakan layanan mobile rontgen di berbagai titik.
"Penderita TBC dan keluarganya difoto rontgen menggunakan mobile rontgen. Jadi rontgennya di kantor kelurahan, di balai desa, di gedung-gedung olahraga seperti ini," jelasnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan dilakukan tidak hanya kepada penderita, tetapi juga anggota keluarga guna mengetahui potensi penularan. Setelah pemeriksaan rontgen, warga juga dapat menjalani tes cepat molekuler untuk mengetahui kondisi lebih lanjut.
Program pemeriksaan tersebut telah berjalan selama beberapa pekan terakhir di sekitar 100 titik pemeriksaan di Kabupaten Rembang. Masyarakat diimbau tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (R)
beritaTerkait
komentar