Sabtu, 09 Mei 2026

Film Dokumenter di Klaten Ingatkan Bahaya Polio dan Pentingnya Imunisasi

Sabtu, 09 Mei 2026 09:49 WIB
Film Dokumenter di Klaten Ingatkan Bahaya Polio dan Pentingnya Imunisasi
Pemutaran film dokumenter “Langkah Akhir, Sisa Bayang Polio di Indonesia” di Pendopo Kabupaten Klaten, Rabu (6/5/2026).

Klaten (buseronline.com) - Pemerintah dan tenaga kesehatan mengingatkan masyarakat bahwa status Indonesia sebagai negara bebas polio bukan berarti ancaman penyakit tersebut telah hilang sepenuhnya.

Dilansir dari laman Jatengprov, upaya pencegahan melalui imunisasi tetap menjadi langkah penting agar kasus polio tidak kembali muncul di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam pemutaran film dokumenter "Langkah Akhir, Sisa Bayang Polio di Indonesia" di Pendopo Kabupaten Klaten, Rabu.

Film produksi proyek Synthesis and Translation of Research and Innovation in Polio Eradication (STRIPE) di bawah Pusat Kedokteran Tropis UGM itu mengangkat kisah perjuangan dua penyintas polio dengan latar belakang berbeda.

Salah satu tokoh dalam film tersebut adalah Najwa, bocah enam tahun asal Klaten yang didiagnosis polio saat berusia tiga tahun.

Selain menghadapi pengobatan, keluarga Najwa juga harus menghadapi stigma masyarakat yang menganggap mereka sebagai pembawa penyakit. Bahkan, ayah Najwa sempat merasa malu dan ingin kembali ke Madura.

Kisah lainnya datang dari Sutiayah atau Mbah Ayah, penyintas polio asal Gunung Kidul. Meski sempat dijauhi lingkungan sekitar, Mbah Ayah berhasil membuktikan diri menjadi atlet difabel berprestasi dan inspiratif.

Principal Investigator STRIPE, Yodi Mahendradhata mengatakan film tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai ancaman polio yang masih perlu diwaspadai.

"Polio, meskipun Indonesia dinyatakan bebas polio, masih menjadi ancaman. Dan kita harus waspada karena apabila itu terjadi, dampaknya bisa seumur hidup," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Klaten Anggit Budiarto menyambut baik pemutaran film tersebut sebagai media edukasi yang efektif bagi masyarakat. Menurutnya, polio merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi lengkap.

"Harapannya dengan pemahaman bahwa polio bisa menimbulkan kesakitan bahkan kematian, kesadaran masyarakat untuk melakukan imunisasi akan semakin meningkat," katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Klaten, Fahrani Hamenang mengaku tersentuh usai menyaksikan film dokumenter tersebut.

Ia menegaskan pihaknya bersama kader PKK hingga tingkat desa akan terus mengajak para ibu untuk menuntaskan imunisasi polio bagi balita.

Acara kemudian dilanjutkan dengan gelar wicara menghadirkan sutradara film Lutfi Retno, Anggit Budiarto, Utsamani Cintyamena dari tim STRIPE, serta Ketua IDAI Klaten, Anis Marfuah. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemko Pekalongan Gencarkan Imunisasi Kejar untuk Tekan Penyebaran Campak dan Rubella
Indonesia Perkuat Komitmen Imunisasi pada Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2026
Kemenkes Mulai Imunisasi MR untuk Tenaga Kesehatan di Seluruh Indonesia
Stok Vaksin MR Aman, Kemenkes Dorong Percepatan Imunisasi untuk Cegah Campak
Cegah KLB PD3I, Pemerintah Tekankan Kekebalan Kelompok melalui Imunisasi Nasional
Cakupan Imunisasi di Binjai Tembus 94%, Kahiyang Ayu Apresiasi Antusiasme Warga
komentar
beritaTerbaru