"Kami juga akan segera meluncurkan program olahraga seminggu tiga kali. Masing-masing 30 menit. Sekarang ini hanya seminggu sekali," katanya.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berupa pelajaran olahraga formal, tetapi juga aktivitas aerobik dan berbagai permainan olahraga agar siswa lebih aktif bergerak dan menikmati kegiatan fisik.
"Ada dua olahraga lain yang perlu diterapkan pada anak-anak ini. Satu aerobik, kemudian permainan apapun cabang olahraganya," ungkapnya.
Untuk mematangkan program tersebut,
Pemko Bandung menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia dan Institut Teknologi Bandung dalam penelitian berbasis sport science.
Farhan menilai pendekatan sport science penting agar program olahraga yang diterapkan tidak sekadar seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap kesehatan anak sekaligus membentuk kebiasaan hidup aktif sejak dini. (R)
beritaTerkait
komentar