Rabu, 15 Juli 2026

Pertamina dan LanzaTech Kerja Sama Kembangkan Teknologi Ubah Sampah Jadi Etanol

Jumat, 08 Mei 2026 13:55 WIB
Pertamina dan LanzaTech Kerja Sama Kembangkan Teknologi Ubah Sampah Jadi Etanol
PT Pertamina (Persero) menandatangani nota kesepahaman dengan LanzaTech untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon berbasis teknologi dalam rangkaian Offshore Technology Conference 2026 di Houston, Amerika Serikat, Selasa (6/5/2026).

Houston (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan LanzaTech untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon berbasis teknologi dalam rangkaian Offshore Technology Conference 2026 di Houston, Amerika Serikat, Selasa.

Dilansir dari laman Pertamina, penandatanganan kerja sama dilakukan Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza, bersama Chief Executive Officer LanzaTech, Jennifer Holmgren.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan teknologi waste to fuel, khususnya konversi sampah perkotaan menjadi etanol melalui proses fermentasi mikroba.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi atas tantangan pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang baru di sektor energi alternatif dan industri kimia berbasis karbon daur ulang.

Dalam keterangannya, Oki Muraza menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menghadapi dua tantangan besar, yakni meningkatnya volume sampah perkotaan dan kebutuhan energi bersih yang terus bertambah.

"Melalui kerja sama ini, kami mendorong solusi konkret untuk mengubah tantangan menjadi peluang, dengan mengonversi sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi," ujar Oki.

Ia menjelaskan, volume sampah nasional saat ini mencapai sekitar 56,6 ribu ton per hari, sementara kebutuhan etanol diproyeksikan meningkat hingga sekitar 2,4 juta kiloliter pada 2030.

Dari sisi bisnis, kerja sama tersebut dinilai membuka potensi pengembangan rantai nilai berbasis ekonomi sirkular, mulai dari pengolahan sampah, produksi etanol, hingga pemanfaatan produk turunannya seperti bahan bakar campuran dan bahan baku industri kimia.

Sementara itu, Jennifer Holmgren mengatakan teknologi fermentasi berbasis mikroba milik LanzaTech mampu mengonversi berbagai sumber karbon menjadi produk bernilai tinggi, termasuk etanol.

Menurutnya, dengan pengalaman global dan fasilitas komersial yang telah beroperasi di berbagai negara, teknologi modular LanzaTech memiliki fleksibilitas untuk diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting, termasuk kilang dan sistem pengelolaan sampah kota.

Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pengembangan model ekonomi sirkular yang terintegrasi, meningkatkan pasokan energi domestik, serta membuka peluang investasi di sektor energi bersih berbasis teknologi di Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pertamina dan Boeing Jajaki Pengembangan Ekosistem SAF di Indonesia
Pertamina Dorong Energi Bersih dan Edukasi Lingkungan Melalui Desa Energi Berdikari
Pertamina Tuntaskan Penataan 31 Entitas Anak Usaha pada Semester I 2026
Pertamina Salurkan 200 Paket Bantuan Pendidikan untuk Siswa Prasejahtera di Banyuwangi
UMiMAX Pertamina Bantu Korban PHK Bangkit Lewat Usaha Ultra Mikro
Iriawan Tekankan Budaya HSSE Jadi Fondasi Keandalan Operasional Pertamina
komentar
beritaTerbaru