Sabtu, 17 Oktober 2026

Pertamina dan LanzaTech Kerja Sama Kembangkan Teknologi Ubah Sampah Jadi Etanol

Jumat, 08 Mei 2026 13:55 WIB
Pertamina dan LanzaTech Kerja Sama Kembangkan Teknologi Ubah Sampah Jadi Etanol
PT Pertamina (Persero) menandatangani nota kesepahaman dengan LanzaTech untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon berbasis teknologi dalam rangkaian Offshore Technology Conference 2026 di Houston, Amerika Serikat, Selasa (6/5/2026).

Houston (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan LanzaTech untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon berbasis teknologi dalam rangkaian Offshore Technology Conference 2026 di Houston, Amerika Serikat, Selasa.

Dilansir dari laman Pertamina, penandatanganan kerja sama dilakukan Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza, bersama Chief Executive Officer LanzaTech, Jennifer Holmgren.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan teknologi waste to fuel, khususnya konversi sampah perkotaan menjadi etanol melalui proses fermentasi mikroba.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi atas tantangan pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang baru di sektor energi alternatif dan industri kimia berbasis karbon daur ulang.

Dalam keterangannya, Oki Muraza menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menghadapi dua tantangan besar, yakni meningkatnya volume sampah perkotaan dan kebutuhan energi bersih yang terus bertambah.

"Melalui kerja sama ini, kami mendorong solusi konkret untuk mengubah tantangan menjadi peluang, dengan mengonversi sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi," ujar Oki.

Ia menjelaskan, volume sampah nasional saat ini mencapai sekitar 56,6 ribu ton per hari, sementara kebutuhan etanol diproyeksikan meningkat hingga sekitar 2,4 juta kiloliter pada 2030.

Dari sisi bisnis, kerja sama tersebut dinilai membuka potensi pengembangan rantai nilai berbasis ekonomi sirkular, mulai dari pengolahan sampah, produksi etanol, hingga pemanfaatan produk turunannya seperti bahan bakar campuran dan bahan baku industri kimia.

Sementara itu, Jennifer Holmgren mengatakan teknologi fermentasi berbasis mikroba milik LanzaTech mampu mengonversi berbagai sumber karbon menjadi produk bernilai tinggi, termasuk etanol.

Menurutnya, dengan pengalaman global dan fasilitas komersial yang telah beroperasi di berbagai negara, teknologi modular LanzaTech memiliki fleksibilitas untuk diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting, termasuk kilang dan sistem pengelolaan sampah kota.

Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pengembangan model ekonomi sirkular yang terintegrasi, meningkatkan pasokan energi domestik, serta membuka peluang investasi di sektor energi bersih berbasis teknologi di Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pertamina Dorong UMKM Batik Inklusif, Libatkan Penyandang Disabilitas
Pertamina SMEXPO Yogyakarta 2026 Hadirkan 47 UMKM, Perluas Akses Pasar Produk Lokal
Pemerintah dan Banggar DPR Sepakati RUU APBN 2027 Dilanjutkan ke Paripurna
Lampaui Target 2026, Dekarbonisasi Pertamina Capai 118 Persen
Pertamina Bawa Tujuh UMK Mitra Binaan Tembus Pasar Internasional di CAEXPO 2026
Pertamina UMK Academy 2026 Masuki Tahap Regional, 1.500 Pelaku UMK Terpilih
komentar
beritaTerbaru