Kamis, 30 April 2026

RS Polri Buka Posko DVI untuk Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Kamis, 30 April 2026 10:56 WIB
RS Polri Buka Posko DVI untuk Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
RS Polri Kramat Jati membuka posko DVI.

Jakarta (buseronline.com) - RS Polri Kramat Jati membuka posko Disaster Victim Identification (DVI) guna mendukung proses identifikasi korban kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan kereta diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Dilansir dari laman Humas Polri, keluarga korban diminta segera melapor ke posko tersebut.

Kepala Biro Kedokteran Polisi (Karo Dokpol) Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Nyoman Eddy menjelaskan bahwa posko DVI disiapkan untuk mengumpulkan data ante mortem dari keluarga korban sebagai bagian dari proses identifikasi.

"Kami telah menyiapkan posko untuk keluarga korban. Di sana akan dilakukan pengumpulan data ante mortem guna kepentingan identifikasi," ujarnya di RS Polri Kramat Jati, Selasa.

Ia menambahkan, data ante mortem yang dikumpulkan meliputi informasi medis, ciri-ciri fisik, hingga barang pribadi milik korban. Data tersebut kemudian akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan post mortem terhadap jenazah yang telah dievakuasi.

Hingga saat ini, sebanyak 10 kantong jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Namun, seluruh korban belum dapat diidentifikasi karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

"Seluruh kantong jenazah masih dalam tahap pemeriksaan. Identitas korban akan dipastikan melalui proses rekonsiliasi data," jelasnya.

Selain itu, tim gabungan di lokasi kejadian perkara (TKP) masih melakukan penyisiran untuk memastikan jumlah korban secara akurat. Proses ini dinilai penting guna memperoleh data yang valid terkait dampak kecelakaan.

Sementara itu, korban luka tidak dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, melainkan langsung dibawa ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis. "Untuk korban luka, seluruhnya ditangani di rumah sakit sekitar Bekasi," tambah Nyoman.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat insiden tersebut mencapai 14 orang.

Selain korban meninggal, sebanyak 84 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di sekitar lokasi kejadian.

Pihak kepolisian memastikan proses identifikasi dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur. Hingga kini, belum ada jenazah yang diserahkan kepada keluarga karena masih menunggu selesainya proses identifikasi. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kerahkan 1.105 Personel DVI, Polri Percepat Proses Identifikasi Korban Bencana di Sumatera
Identifikasi Korban Banjir Bandang Sumbar Terus Dikebut, 161 Jenazah Berhasil Diidentifikasi
Tim DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi 34 Korban Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny
RS Bhayangkara Tk I Serahkan Empat Jenazah Anak Korban Kebakaran di Tebet kepada Keluarga
Tim DVI Polri Identifikasi Korban Ledakan Amunisi di Garut
Polisi Pastikan Identifikasi Korban Kebakaran Glodok Plaza Berjalan Lancar
komentar
beritaTerbaru