Sabtu, 17 Oktober 2026

Swasta Didorong Terlibat, TP PKK Medan Targetkan Penurunan Zero Dose Imunisasi

Selasa, 14 April 2026 15:00 WIB
Swasta Didorong Terlibat, TP PKK Medan Targetkan Penurunan Zero Dose Imunisasi
Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Medan Ismiralda Wiriya Alrahman pada rapat koordinasi sektor swasta di Gedung PKK Medan, Senin (13/4/2026).

Medan (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan Airin Rico Waas mendorong keterlibatan sektor swasta dalam mendukung pelaksanaan imunisasi.

Peran tersebut dinilai penting, mulai dari memberikan ruang bagi pekerja untuk mengimunisasi anak hingga menyediakan fasilitas imunisasi di lingkungan kerja.

Hal itu disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Medan Ismiralda Wiriya Alrahman, pada rapat koordinasi sektor swasta di Gedung PKK Medan, Senin.

Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ade Jubaedah, Ketua Pengurus Daerah IBI Sumut Betty Mangkuaji, Ketua Pengurus Cabang IBI Kota Medan Kurniawati Pohan, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Surya Syahputra Pulungan, bersama unsur Forkopimcam Medan Petisah dan pengurus PKK Kota Medan.

Dalam sambutannya, Airin mengungkapkan bahwa Kota Medan masih menghadapi tantangan dalam pelaksanaan imunisasi. Hal ini ditandai dengan masih adanya anak yang belum pernah menerima vaksin atau zero dose, yakni anak yang sama sekali belum mendapatkan imunisasi dasar.

"Pada 2025, jumlah anak zero dose di Kota Medan tercatat sebanyak 4.707 bayi, yang diukur dari capaian imunisasi difteri, pertusis, dan tetanus dosis pertama," ungkapnya.

Pemerintah, lanjut Airin, telah menetapkan target peningkatan cakupan imunisasi dalam lima tahun ke depan. Cakupan imunisasi bayi lengkap ditargetkan meningkat dari 80 persen pada 2025 menjadi 95 persen pada 2029.

Sementara cakupan imunisasi lengkap 14 jenis vaksin ditargetkan naik dari 74 persen menjadi 90 persen, serta imunisasi anak usia sekolah dasar dari 88 persen menjadi 95 persen.

Ia menegaskan bahwa imunisasi merupakan proses berkelanjutan sejak bayi hingga usia sekolah yang harus diberikan secara bertahap sesuai usia anak.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, sektor swasta, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan imunisasi secara menyeluruh.

Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara Provinsi Sumut dan Kota Medan untuk menurunkan angka zero dose imunisasi.

Komitmen tersebut mencakup kesiapan menyukseskan Pekan Imunisasi Dunia, mengeliminasi penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, memperluas kemitraan informasi, serta mendorong mobilisasi sumber daya sektor swasta pada 2026. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Rico Waas Apresiasi Konjen Jepang, Dorong Penguatan Kerja Sama Medan dan Ichikawa
Kabut Asap Selimuti Medan, Dinkes Ingatkan Bahaya Gangguan Pernapasan
Kabut Asap Selimuti Medan, Rico Waas Siapkan 1.800 Kotak Masker untuk Warga
MFCF 2026 Angkat Ulos ke Panggung Fesyen Modern, Dekranasda Medan Dorong UMKM Perluas Pasar
Bobby Nasution Gandeng Polda Sumut Berantas Narkoba dan Tingkatkan Keamanan Pariwisata
Warga Sukodono Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Skrining TBC Digencarkan
komentar
beritaTerbaru