Senin, 06 April 2026

38 Poltekkes Miliki Migrant Career Center, Hasil Kolaborasi Kemenkes dan KP2MI

EM Bukit MKes - Sabtu, 04 April 2026 12:06 WIB
38 Poltekkes Miliki Migrant Career Center, Hasil Kolaborasi Kemenkes dan KP2MI
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono bersama Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani dan jajaran menunjukkan dokumen usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pembentukan Migrant Career Center di Kantor Kementerian

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan tenaga kesehatan Indonesia agar mampu bersaing di pasar global. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembentukan Migrant Career Center di 38 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes.


Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyiapan Pekerja Migran Indonesia Bidang Kesehatan yang disaksikan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, dan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis.


Langkah strategis ini bertujuan menciptakan sinergi antarinstansi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan global yang terus meningkat, dengan tetap mengedepankan aspek perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.

Baca Juga:

Dalam sambutannya, dilansir dari laman Kemkes, Wamenkes Dante menekankan pentingnya kemitraan dengan KP2MI untuk menjamin perlindungan hukum dan keamanan tenaga kesehatan yang bekerja di luar negeri.


“Sinergi dengan KP2MI sangat penting untuk memfasilitasi tenaga kesehatan kita agar dapat berkarier secara profesional di mancanegara dengan perlindungan hukum dan kesejahteraan yang pasti,” ujarnya.

Baca Juga:

Sementara itu, Wamen Christina Aryani menegaskan bahwa kerja sama ini berfokus pada perlindungan pekerja serta peningkatan pemahaman terhadap hak dan kewajiban tenaga migran.


“Pembentukan Migrant Career Center di 38 Poltekkes akan menyediakan ekosistem informasi menyeluruh, termasuk skema pembiayaan, guna memperkuat daya saing pekerja migran Indonesia di pasar internasional,” jelasnya.


Migrant Career Center nantinya akan berfungsi sebagai pusat layanan satu pintu (one-stop service) bagi mahasiswa, alumni Poltekkes, maupun masyarakat umum untuk mengakses informasi peluang kerja di luar negeri serta fasilitas penempatan yang legal dan aman.


Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pertukaran data serta sosialisasi masif terkait migrasi aman guna mencegah praktik penempatan nonprosedural.


Indonesia sendiri memiliki potensi besar dengan 38 Poltekkes yang meluluskan lebih dari 42.000 tenaga kesehatan setiap tahun. Bahkan, pada 2029 mendatang, Indonesia diproyeksikan mengalami surplus tenaga keperawatan hingga lebih dari 50.000 orang.


“Kita akan menghadapi surplus lulusan keperawatan sebanyak 50.000 orang pada 2029. Saat ini baru sekitar 10 persen yang terserap di luar negeri, artinya masih ada potensi besar yang bisa dimaksimalkan,” ungkap Dante.


Sejak 2021, permintaan tenaga kesehatan dari berbagai negara seperti Jepang, Jerman, Arab Saudi, dan Qatar mencapai sekitar 33.000 orang. Namun, Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan tersebut.


Dalam tiga tahun terakhir, hanya sekitar 1.100 lulusan Poltekkes yang berhasil menembus pasar global. Kondisi ini lebih disebabkan oleh keterbatasan kesiapan bahasa, adaptasi budaya, serta belum optimalnya ekosistem penempatan tenaga kerja.


Direktur Jenderal SDM Kesehatan, Yuli Farianti, menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat membuka jalur yang lebih jelas, transparan, dan aman bagi lulusan tenaga kesehatan yang ingin bekerja di luar negeri.


“Selama ini banyak lulusan yang memiliki potensi, namun belum memiliki jalur yang jelas. Melalui kerja sama ini, kita ingin memastikan jalur tersebut tersedia dan dapat diakses dengan aman,” pungkasnya.


Melalui pembentukan Migrant Career Center ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan daya saing tenaga kesehatan Indonesia di tingkat global sekaligus memastikan perlindungan yang optimal bagi para pekerja migran di sektor kesehatan. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar