Kamis, 21 Mei 2026

Cegah Campak, Dinkes Kota Bandung Edukasi Warga dengan Deteksi Dini

Kamis, 02 April 2026 12:24 WIB
Cegah Campak, Dinkes Kota Bandung Edukasi Warga dengan Deteksi Dini
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Dadan Mulyana Kosasih memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala dan pencegahan penyakit campak melalui deteksi dini guna menekan risiko penularan di
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penyakit campak melalui deteksi dini dan penanganan cepat. Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi penularan yang lebih luas di lingkungan warga.

Edukasi tersebut bertujuan agar masyarakat mampu mengenali gejala awal campak sehingga dapat segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, menjelaskan bahwa gejala awal campak umumnya ditandai dengan demam tinggi.

“Biasanya diikuti gejala tambahan seperti batuk, pilek, dan mata merah. Kalau ada gejala ini, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” ujar Dadan, Selasa.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu menunggu hingga muncul ruam pada kulit untuk memeriksakan diri ke puskesmas.

“Kalau demam, langsung saja ke puskesmas. Nanti petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Selain itu, pasien yang diduga terinfeksi campak dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari guna mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

“Jangan dibawa keluar rumah. Gunakan masker karena penularannya melalui udara,” tambahnya.

Dilansir dari laman Jabarprov, Dinas Kesehatan Kota Bandung juga mengingatkan bahwa virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam, sehingga potensi penularannya tergolong tinggi.

Untuk itu, masyarakat diimbau memperkuat langkah pencegahan melalui imunisasi, penggunaan masker, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Melalui upaya edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan berperan aktif dalam mencegah penyebaran campak, sekaligus melindungi keluarga dan lingkungan sekitar dari penyakit menular tersebut. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemprov Sumut Siapkan Mitigasi El Nino, 2.500 Pompa Air Dikerahkan untuk Jaga Pangan
Portugal Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Tetap Pimpin Selecao
Skotlandia Umumkan Skuad 26 Pemain untuk Piala Dunia 2026
Prabowo Tegaskan Kembali Amanat Pasal 33 UUD 1945 sebagai Dasar Ekonomi Nasional
Wabup Taput Pimpin Panen Raya Ikan Nila BUMDes Saurdot, Dorong Efisiensi Produksi
Drama Kolosal “Peuting Muggaran” Semarakkan Milangkala Tatar Sunda di Gedung Sate
komentar
beritaTerbaru