Senin, 06 April 2026

Pemprov Jateng Tingkatkan Imunisasi dan Edukasi Cegah Lonjakan Kasus Campak

EM Bukit MKes - Rabu, 01 April 2026 12:12 WIB
Pemprov Jateng Tingkatkan Imunisasi dan Edukasi Cegah Lonjakan Kasus Campak
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan paparan saat menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (30/3/2026) terkait kesiapsiagaan penanggulangan KLB campak. (Dok/Jatengprov)

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak melalui penguatan imunisasi dan edukasi masyarakat. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi lonjakan kasus yang masih berisiko terjadi di sejumlah wilayah.


Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap penyakit campak harus terus ditingkatkan mengingat tingkat penularannya yang sangat tinggi.


“Maka, penguatan imunisasi menjadi kunci, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya, seperti TBC,” ujarnya usai menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin.

Baca Juga:

Dilansir dari laman Jatengprov, kunjungan tersebut membahas kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi KLB campak di Jawa Tengah. Saat ini, tercatat tiga kabupaten mengalami KLB campak, yakni Cilacap, Klaten, dan Pati. Sementara itu, dua daerah lainnya, Brebes dan Kudus, masih berstatus suspek.


Meski sebagian besar wilayah masih dalam kondisi terkendali, Pemprov Jateng tetap menaruh perhatian serius terhadap potensi penyebaran penyakit. Tingginya kasus campak, menurut Taj Yasin, tidak terlepas dari terganggunya layanan imunisasi selama pandemi Covid-19.

Baca Juga:

“Ini menjadi momentum untuk mengejar ketertinggalan. Kami terus menggerakkan kembali imunisasi dan memperkuat kampanye kepada masyarakat,” tegasnya.


Upaya tersebut turut didukung dengan capaian imunisasi yang cukup baik. Pada 2025, cakupan vaksinasi MR bayi di Jawa Tengah mencapai 106,7 persen atau melampaui target. Kendati demikian, masih terdapat sejumlah wilayah dengan cakupan rendah yang berpotensi menjadi titik penularan.


Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai Jawa Tengah mampu menjaga cakupan imunisasi dengan baik meskipun memiliki jumlah penduduk yang besar.


“Jawa Tengah ini berhasil, karena dengan populasi besar, cakupan imunisasi di bawah 95 persen hanya di sedikit kabupaten/kota,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menilai langkah Pemprov Jateng sudah berada di jalur yang tepat. Namun, ia menekankan pentingnya penguatan edukasi publik secara lebih luas dan kolaboratif.


“Edukasi harus terus dilakukan, melibatkan guru, orang tua, hingga influencer. Ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri,” katanya.


Felly juga menyoroti masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua yang berpotensi memperluas penularan penyakit. Oleh karena itu, ia menegaskan peran sekolah dan tenaga pendidik sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada orang tua.


Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Jawa Tengah optimistis dapat menekan penyebaran campak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi sebagai upaya perlindungan kesehatan secara menyeluruh. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar