Senin, 06 April 2026

Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan dan Kurangi Risiko Kecelakaan Saat Arus Balik Lebaran

EM Bukit MKes - Sabtu, 28 Maret 2026 11:06 WIB
Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan dan Kurangi Risiko Kecelakaan Saat Arus Balik Lebaran
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama Kapolri dan jajaran memberikan keterangan pers terkait pengamanan arus balik Lebaran di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Selasa (24/3/2026). (Dok/Kemkes)
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat pengelolaan arus balik Lebaran melalui rekayasa lalu lintas dan layanan kesehatan, guna memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, serta tetap sehat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan bahwa penerapan jalur satu arah (one way) merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengurai kepadatan kendaraan saat arus balik.

“Penerapan jalur satu arah ini merupakan upaya untuk mengurai kepadatan arus balik sekaligus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kami ingin memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan lancar,” ujar Pratikno saat memberikan keterangan pers di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa.

Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan arus balik tahun ini. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras. Ini bentuk inovasi bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, dilansir dari laman Kemkes, Menteri Kesehatan menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi kunci utama keselamatan perjalanan, khususnya bagi para pengemudi. Oleh karena itu, pemerintah menyediakan layanan cek kesehatan gratis di berbagai titik perjalanan, termasuk rest area dan pos kesehatan.

“Kami ingin memastikan masyarakat kembali dari mudik dalam kondisi sehat dan selamat. Pemerintah telah menyiapkan layanan cek kesehatan gratis, khususnya bagi pengemudi karena merekalah yang sangat menentukan keselamatan perjalanan,” ujar Menkes.

Pemerintah juga gencar memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama mengenai pentingnya istirahat berkala setiap 3 jam selama perjalanan jauh. Menurut Menkes, pengemudi yang lelah dan mengantuk menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas.

Berkat sinergi lintas sektor, angka kecelakaan selama arus mudik dan balik tahun ini dilaporkan mengalami penurunan signifikan.

“Alhamdulillah, berkat kolaborasi yang baik, angka kecelakaan turun drastis tahun ini,” ungkap Menkes.

Selain itu, pemerintah mendorong penggunaan moda transportasi lebih aman, termasuk pengangkutan sepeda motor melalui kereta api, untuk mengurangi kepadatan di jalan dan menekan risiko kecelakaan.

“Fasilitas pengangkutan sepeda motor melalui kereta api dapat menjadi solusi untuk menekan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara jarak jauh,” jelasnya.

Penerapan rekayasa lalu lintas one way tetap menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran arus balik, sekaligus memberikan ruang bagi mobilitas yang lebih aman dan terkendali.

Pemerintah mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, menjaga kondisi tubuh, dan disiplin beristirahat selama perjalanan, demi keselamatan bersama.

Dengan koordinasi lintas sektor dan kesadaran masyarakat, pemerintah berharap setiap pemudik dapat kembali ke rumah dengan selamat, sehat, dan nyaman, sehingga momentum Lebaran dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan keselamatan di jalan. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar