Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kanada bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat kolaborasi dalam upaya meningkatkan pemenuhan nutrisi bagi remaja putri, khususnya melalui program pemberian suplemen penambah darah di sekolah-sekolah.
Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, saat melakukan kunjungan kerja selama tiga hari di Bandung. Kunjungan tersebut diisi dengan berbagai agenda, mulai dari pertemuan dengan pemerintah daerah hingga meninjau langsung pelaksanaan program kesehatan di sekolah.
Pada hari pertama kunjungannya, Jess Dutton bertemu dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan untuk membahas kerja sama di bidang kesehatan masyarakat, khususnya terkait pemenuhan nutrisi remaja.
Baca Juga:
Selanjutnya, pada hari terakhir kunjungan, ia meninjau langsung program pemberian suplemen penambah darah bagi remaja putri di SMPN 43 Kota Bandung.
Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Kanada dan Indonesia dalam mendukung peningkatan gizi remaja melalui pemberian tablet tambah darah bagi siswi sekolah.
Baca Juga:
“Senang dapat bekerja sama dalam peningkatan gizi dan nutrisi remaja putri. Memastikan anak Indonesia tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujar Jess Dutton, Jumat.
Menurutnya, pemenuhan nutrisi yang baik sangat penting bagi remaja, terutama pada masa pubertas. Ia menilai masalah anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu ditangani secara serius.
Sementara itu, dilansir dari laman Jabarprov, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Emma Rahmawati, menjelaskan bahwa program pemberian suplemen penambah darah bagi remaja putri sebenarnya telah berlangsung sejak 2006.
Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Nutrition International dalam kegiatan pemetaan, pengawasan, serta evaluasi program.
“Berdasarkan hasil riset tahun 2018, angka anemia pada remaja putri mencapai 41,93 persen. Dengan dukungan dari Nutrition International dalam penguatan program ini, pada 2023 angka tersebut turun menjadi sekitar 36 persen,” jelas Emma.
Ia menambahkan bahwa program pemberian suplemen penambah darah terus dilaksanakan setiap tahun. Pada tahun ini, program tersebut diperkuat melalui inisiatif Generasi Emas Bebas Anemia serta program Zero New Stunting yang dicanangkan pemerintah daerah.
Selain itu, upaya penguatan nutrisi remaja juga dilakukan melalui pemilihan duta kesehatan remaja berkarakter Pancawaluya di setiap sekolah di Jawa Barat.
Menurut Emma, SMPN 43 Kota Bandung menjadi salah satu sekolah percontohan dalam program tersebut, dengan target minimal dua kader kesehatan terlatih di setiap sekolah.
“Sekolah ini menjadi salah satu proyek percontohan, minimal setiap sekolah memiliki dua kader kesehatan yang terlatih,” ujarnya.
Kepala SMPN 43 Kota Bandung, Elis Rahmawati, menjelaskan bahwa pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri dilakukan secara rutin, terutama bagi siswi yang sedang mengalami menstruasi.
Program tersebut telah berjalan di sekolah tersebut sejak tahun 2018 sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia di kalangan pelajar.
“Hasil cek kesehatan gratis yang pernah kami lakukan dengan sampel 160 siswi menunjukkan bahwa sekitar 30 siswi mengalami gejala anemia. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk menurunkan angka kejadian anemia pada remaja putri,” ungkap Elis.
Ia berharap kerja sama antara Nutrition International, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta pemerintah daerah dapat terus memperkuat upaya pencegahan anemia.
Menurutnya, kesehatan yang baik akan membantu para pelajar untuk lebih fokus belajar serta meraih prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. (R)
beritaTerkait
komentar