Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberangkatkan sebanyak 1.126 peserta dalam program mudik bersama bagi para pegawai dari halaman kantor Kemenkes di Jakarta, Jumat.
Sebanyak 26 armada bus disiapkan untuk melayani perjalanan menuju berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra guna membantu para pegawai kembali ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan sehat.
Keberangkatan peserta mudik dilepas langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Dalam sambutannya, Dante menegaskan bahwa tradisi mudik tidak sekadar perjalanan pulang, tetapi juga momen emosional untuk kembali berkumpul bersama keluarga.
“Mudik itu bukan sekadar pulang kampung, tetapi pulang dari hati. Kita kembali bertemu keluarga dengan kehangatan setelah sekian waktu setahun, dua tahun berpisah dari mereka,” ujar Dante.
Pada tahun ini, program mudik bersama Kemenkes melayani sejumlah rute menuju kota-kota besar, antara lain Padang, Bukittinggi, Palembang, Malang, Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Purworejo. Adapun tujuan terjauh mencapai Medan.
Program tersebut diharapkan dapat membantu pegawai menjangkau kampung halaman dengan lebih mudah tanpa harus menghadapi risiko perjalanan yang melelahkan.
Dalam kesempatan itu, dilansir dari laman Kemkes, Dante juga mengingatkan para pengemudi bus untuk menjaga kondisi fisik selama perjalanan demi menjamin keselamatan para penumpang.
“Kepada para sopir, lakukan peregangan dan beristirahat setiap empat jam. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha menjelaskan bahwa pelaksanaan program mudik bersama ini dirancang dengan memperhatikan aspek kesehatan secara ketat, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi.
“Ini mudik yang kita lakukan dengan memperhatikan aspek kesehatan. Ada cek kesehatan gratis, termasuk untuk para pengemudi. Sejak awal, mereka juga menjalani tes kesehatan untuk memastikan tidak ada konsumsi narkoba atau alkohol, serta pemeriksaan terkait kesehatan jiwa,” kata Kunta.
Ia menambahkan, kesiapan layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik juga telah dikoordinasikan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan setempat.
“Pos layanan kesehatan di rest area dan titik lainnya sudah dikoordinasikan dengan berbagai stakeholder serta pemerintah daerah, sehingga dokter dan perawat dapat disuplai dari fasilitas kesehatan terdekat,” jelasnya.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kemenkes Andi Saguni mengingatkan para pemudik, terutama yang membawa anak-anak, agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan selama perjalanan.
Ia menyoroti potensi penularan penyakit seperti Campak yang memiliki tingkat penularan cukup tinggi.
“Jika anak sakit, sebaiknya tunda perjalanan sampai benar-benar sembuh agar tidak menularkan kepada orang lain. Kami juga menganjurkan penggunaan masker bagi yang bergejala serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat seperti mencuci tangan dengan sabun, terutama di tempat ramai,” ujar Andi.
Program mudik bersama ini disambut antusias oleh para pegawai Kemenkes. Salah satu peserta, Arti Novelia Trisnawati, yang berangkat menuju Surabaya, mengaku senang dapat kembali mengikuti program mudik gratis tersebut.
“Selain gratis, busnya nyaman dan mendapat makan minum. Saya juga selalu mendapatkan teman baru di perjalanan. Persiapan fisik yang sehat penting agar perjalanan lancar. Semoga tahun depan program mudik gratis ini terus berlanjut,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dinna Andriana yang mudik menuju Palembang bersama keluarga.
“Ini bukan pertama kali saya ikut. Harapannya mudik bersama ini terus terselenggara ke depannya dan jumlah busnya bisa ditambah,” katanya.
Program mudik bersama Kemenkes tahun ini terselenggara melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra perbankan, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, serta Bank Syariah Indonesia.
Melalui program ini, pemerintah berharap para pegawai dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih aman, sehat, dan nyaman hingga tiba di kampung halaman masing-masing. (R)
beritaTerkait
komentar