Senin, 06 April 2026

Jateng Siapkan Ratusan Posko dan Faskes 24 Jam untuk Lindungi Kesehatan Pemudik Lebaran

EM Bukit MKes - Senin, 16 Maret 2026 06:18 WIB
Jateng Siapkan Ratusan Posko dan Faskes 24 Jam untuk Lindungi Kesehatan Pemudik Lebaran
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan tekanan darah kepada seorang pemudik di posko pelayanan kesehatan mudik Lebaran di Jawa Tengah. (Dok/Jatengprov)

Semarang (buseronline.com) - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyiagakan ratusan posko pelayanan kesehatan dan ribuan fasilitas kesehatan (faskes) yang akan beroperasi selama 24 jam guna memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat tetap optimal selama arus mudik Lebaran 2026.


Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi para pemudik maupun masyarakat yang beraktivitas selama libur Idulfitri 1447 Hijriah. Diperkirakan sekitar 17,7 juta pemudik akan memasuki wilayah Jawa Tengah pada musim mudik tahun ini.


Dilansir dari laman Jatengprov, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar mengatakan total posko pelayanan kesehatan yang disiagakan tersebar di 127 titik strategis, mulai dari rest area, pintu keluar tol, titik perbatasan, bandara, pelabuhan, daerah rawan kecelakaan dan bencana, hingga tempat ibadah dan destinasi wisata.

Baca Juga:

Selain posko, pemerintah juga menyiagakan berbagai fasilitas layanan kesehatan, di antaranya 369 rumah sakit pemerintah dan swasta, 883 puskesmas, serta fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang terdiri atas 430 klinik utama dan 2.067 klinik pratama.


“Seluruh rumah sakit akan beroperasi selama 24 jam. Kemudian sebanyak 368 puskesmas serta 337 klinik utama dan pratama yang memiliki fasilitas rawat inap juga memberikan layanan selama 24 jam,” ujar Yunita saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, baru-baru ini.

Baca Juga:

Ia menjelaskan, posko layanan kesehatan tersebut akan terintegrasi dengan posko terpadu milik Dinas Perhubungan dan kepolisian yang beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026.


Menurutnya, keberadaan posko kesehatan tidak hanya untuk pemeriksaan kesehatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat bagi pemudik yang mengalami kelelahan selama perjalanan.


“Posko ini tidak hanya untuk pemeriksaan, tetapi juga bisa menjadi tempat istirahat. Banyak kecelakaan di jalur mudik terjadi karena kelelahan, sehingga posko-posko ini sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.


Selain mengoptimalkan posko dan fasilitas kesehatan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pengemudi dan kru angkutan di seluruh Terminal Tipe B. Pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah, tekanan darah, serta tes narkoba.


Dengan dukungan tenaga medis serta sarana dan prasarana yang memadai, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman.


“Jika pengemudi mengalami kelelahan, tekanan darah tinggi, atau gula darah tinggi, tentu sangat berbahaya. Karena itu dilakukan pemeriksaan kesehatan dan ini juga akan diintegrasikan dengan program cek kesehatan gratis bagi penumpang,” jelas Yunita.


Dinkes Jawa Tengah juga mengaktifkan layanan darurat kesehatan melalui Public Safety Center 119 yang siap memberikan respons cepat, terutama di wilayah rawan kemacetan, bencana, dan daerah perbatasan.


Melalui layanan tersebut, masyarakat yang mengalami kondisi darurat kesehatan dapat segera dihubungkan dengan fasilitas kesehatan terdekat.


“Misalnya terjadi kecelakaan, ambulans bisa segera datang dan korban langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar dapat segera mendapatkan penanganan,” tambahnya.


Selain kesiapan fasilitas kesehatan, Yunita juga mengimbau para pemudik untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan.


Pemudik diminta tidak memaksakan diri ketika merasa lelah serta memastikan asupan makanan yang cukup dan higienis guna menghindari penyakit seperti diare.


“Jangan lupa membawa air minum yang cukup, terutama jika membawa anak-anak. Persiapkan juga makanan karena kemungkinan terjadi kemacetan atau keterlambatan selama perjalanan,” imbuhnya.


Ia menegaskan bahwa berbagai persiapan tersebut merupakan arahan langsung dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi agar masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, nyaman, sehat, dan selamat sampai tujuan.


Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengingatkan para pengemudi yang akan melakukan perjalanan mudik agar memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan prima.


“Kesehatan harus dipastikan aman karena perjalanan jauh. Jadi kondisi kesehatan perlu dilakukan pengecekan terlebih dahulu,” kata Taj Yasin saat meninjau pelaksanaan layanan masyarakat menyambut mudik Lebaran 2026 di Terminal Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo.


Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menambahkan, perjalanan jarak jauh dapat menguras energi sehingga kondisi kesehatan pengemudi perlu diperhatikan secara serius.


Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pemerintah provinsi siap menyambut kedatangan jutaan pemudik yang akan memasuki wilayah Jawa Tengah.


“Prediksi tahun ini yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu tentu semua pihak harus siap karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” ujar Luthfi.


Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati selama perjalanan dan memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.


Selain itu, pemerintah daerah juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi selama musim mudik, mengingat curah hujan diperkirakan masih cukup tinggi selama periode mudik Lebaran. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar