Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia mempercepat penyaluran bantuan bagi sekitar 3.000 tenaga kesehatan (nakes) yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra.
Bantuan tersebut diprioritaskan bagi nakes di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana beberapa waktu terakhir.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa hingga saat ini sekitar 1.000 tenaga medis dan tenaga kesehatan telah mendapatkan persetujuan pencairan dana untuk perbaikan rumah dari pemerintah.
Baca Juga:
Hal tersebut disampaikan Budi usai kegiatan penyerahan donasi ambulans dan alat kesehatan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Menurut Budi, perhatian pemerintah tidak hanya difokuskan pada pemulihan fasilitas kesehatan yang rusak akibat bencana, tetapi juga pada kesejahteraan tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Baca Juga:
“Setelah fasilitas medis beres, perhatian utama kita adalah para pegawainya. Data kami menunjukkan lebih dari 3.000 nakes yang rumahnya rusak. Bagaimana mereka dokter, perawat maupun bidan bisa bekerja optimal melayani masyarakat jika mereka sendiri masih harus memikirkan rumahnya yang rusak,” ujar Budi.
Ia berharap bantuan tersebut dapat segera tersalurkan, terutama menjelang perayaan Idul Fitri. Pemerintah berupaya agar para tenaga kesehatan dapat merayakan Lebaran di rumah mereka masing-masing setelah proses perbaikan selesai.
Dilansir dari laman Kemkes, Budi juga mengapresiasi dukungan Menteri Dalam Negeri yang aktif membantu mengoordinasikan kebutuhan bantuan tersebut melalui berbagai forum, termasuk bersama DPR dan Kementerian Keuangan.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai pimpinan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra, menegaskan bahwa tenaga kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam program bantuan pemerintah.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar para nakes dapat kembali fokus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tanpa terbebani persoalan pribadi akibat kerusakan rumah mereka.
Adapun skema bantuan perbaikan rumah mengacu pada ketentuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yaitu Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat atau hilang, atau melalui pembangunan kembali oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia.
Selain bantuan fisik rumah, tenaga kesehatan terdampak juga berhak menerima bantuan perorangan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bantuan tersebut meliputi uang lauk-pauk sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan, bantuan perabot rumah tangga sebesar Rp3 juta, serta bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.
“Data nakes terdampak harus segera diserahkan secara rinci per kabupaten kepada BNPB dan Kementerian Sosial agar eksekusi di lapangan dapat diprioritaskan,” tegas Tito.
Ia menambahkan, hingga saat ini Kementerian Sosial telah menyalurkan hampir Rp900 M pada gelombang pertama bantuan dan akan segera melanjutkan penyaluran tahap berikutnya.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Kementerian Kesehatan juga menerima donasi 31 unit ambulans dan alat kesehatan dari sejumlah perusahaan dan lembaga swasta, yakni PT Astra International Tbk, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, serta Yayasan Melco Bhakti Nusa.
Ambulans tersebut nantinya akan didistribusikan ke 11 kabupaten/kota terdampak bencana di wilayah Sumatra guna memperkuat layanan kesehatan di daerah yang terdampak.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta tersebut merupakan wujud nyata kemitraan dalam penanggulangan krisis kesehatan.
Ia juga menyebut bahwa Kementerian Kesehatan telah memperoleh persetujuan tambahan anggaran sebesar Rp529 M untuk melengkapi kebutuhan alat kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui berbagai dukungan tersebut, pemerintah berharap para tenaga kesehatan di wilayah terdampak bencana dapat segera pulih secara personal sehingga mampu kembali memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat. (R)
beritaTerkait
komentar