Senin, 06 April 2026

Kemitraan Jadi Kunci Penguatan Pencegahan DBD

EM Bukit MKes - Sabtu, 14 Maret 2026 11:18 WIB
Kemitraan Jadi Kunci Penguatan Pencegahan DBD
Perwakilan Takeda, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, dan Palang Merah Indonesia berfoto bersama saat peluncuran inisiatif United Against Dengue. (Dok/Palang Merah Indonesia)
Jakarta (buseronline.com) - Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menjadi perhatian utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Penularan yang dipengaruhi urbanisasi, mobilitas penduduk, dan kondisi lingkungan menegaskan pentingnya upaya pencegahan berkelanjutan serta peningkatan kesadaran masyarakat.

Dalam rangka itu, Takeda, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), dan Palang Merah Indonesia (PMI) meluncurkan aliansi “United Against Dengue”, untuk memperkuat kolaborasi dalam pencegahan dengue serta meningkatkan ketangguhan komunitas di Indonesia.

Data dari World Health Organization (WHO) mencatat pada 2024 terdapat 14,6 juta kasus dengue di dunia dengan 12.000 kematian, sementara BPJS Kesehatan melaporkan 1.055.255 rawat inap di Indonesia akibat dengue dengan beban ekonomi mendekati Rp3 T. Kondisi ini menunjukkan dengue sebagai ancaman serius bagi masyarakat, baik terdampak langsung maupun tidak langsung.

Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung target pemerintah Indonesia nol kematian akibat dengue pada 2030. “Melalui aliansi United Against Dengue, kami mendorong penguatan upaya pencegahan melalui edukasi yang menjangkau masyarakat dan komunitas di seluruh Indonesia. Komitmen bersama ini diharapkan memperkuat aksi di tingkat komunitas dalam menghadapi ancaman dengue sepanjang tahun,” ujarnya.

United Against Dengue bertujuan memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan intervensi berbasis masyarakat melalui kolaborasi multisektor, strategi berbasis bukti, penguatan keterlibatan komunitas, serta pemanfaatan inovasi untuk menurunkan penularan dan tingkat keparahan dengue.

Kathryn Clarkson, Head of Delegation dan Representative to ASEAN IFRC, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. “Melalui aliansi ini, setiap pihak dapat memanfaatkan keunggulannya masing-masing untuk memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat, terutama mereka yang terdampak dengue. IFRC akan mendorong pendekatan komprehensif yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat serta membangun ketahanan dan perlindungan yang kuat, mulai dari komunitas hingga individu,” ujarnya.

Sementara itu, dilansir dari laman Palang Merah Indonesia, Prof Dr dr Fachmi Idris MKes, Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak agar program edukasi dapat memberikan manfaat optimal bagi populasi terdampak. “Melalui jaringan luas PMI, kami menjalankan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap kelompok masyarakat, sekaligus meningkatkan visibilitas, transparansi, dan akuntabilitas melalui komunikasi publik dan dokumentasi,” katanya.

Peluncuran aliansi ini turut dihadiri perwakilan dari Kemenko PMK, Kemenkes, Kemendagri, KLHK, WHO Indonesia, serta Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Demam Berdarah, menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap pencegahan dengue.

Program United Against Dengue memberdayakan komunitas melalui pendekatan multi-aspek, mencakup edukasi penyakit, protokol tindakan dini, kampanye kesadaran publik, pelibatan pemangku kepentingan, serta dukungan bagi individu dan komunitas terdampak. Sebelumnya program ini telah diluncurkan di Malaysia dan ke depan akan diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia.

Aliansi ini menegaskan pentingnya kemitraan publik-swasta dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dengue, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyakit menular yang terus berkembang. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar