Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyalurkan bantuan 31 unit ambulans dan sejumlah alat kesehatan yang berasal dari sektor swasta untuk mendukung pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra.
Bantuan tersebut ditujukan bagi daerah yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terjadi pada November 2025 lalu.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di Lapangan Upacara Kemenkes RI, Jakarta, Kamis.
Baca Juga:
Menkes Budi mengatakan, bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra tersebut sempat menyebabkan puluhan rumah sakit dan ratusan puskesmas tidak dapat beroperasi. Namun melalui upaya percepatan pemulihan oleh pemerintah, layanan kesehatan berhasil kembali berjalan dalam waktu relatif singkat.
“Dalam waktu dua minggu, sebagian besar rumah sakit sudah kembali beroperasi. Untuk puskesmas, hampir seluruhnya berfungsi kembali dalam waktu empat minggu. Jadi dalam waktu sekitar satu bulan layanan kesehatan dasar pada dasarnya sudah berjalan normal,” ujar Budi.
Baca Juga:
Ia menambahkan, dukungan dari sektor swasta sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan fasilitas kesehatan di daerah terdampak bencana.
“Pemerintah memiliki anggaran, namun prosesnya terkadang tidak secepat swasta. Padahal layanan kesehatan tidak bisa ditunda. Itulah sebabnya saya mengajak rekan-rekan swasta agar realisasi di lapangan bisa lebih cepat,” jelasnya.
Sementara itu, dilansir dari laman Kemkes, Mendagri Tito Karnavian yang juga memimpin Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra memberikan apresiasi terhadap percepatan pemulihan sektor kesehatan.
Menurutnya, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit daerah mampu kembali beroperasi lebih cepat dibandingkan sektor lainnya.
“Saya melihat fasilitas kesehatan, khususnya RSUD, semuanya berjalan paling cepat dibandingkan sektor yang lain. Pak Menkes turun langsung ke lapangan, mengirim banyak relawan bahkan sampai ke daerah pegunungan,” kata Tito.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha memaparkan rincian donasi ambulans yang berasal dari sejumlah perusahaan swasta.
Sebanyak 20 unit ambulans berasal dari PT Astra International Tbk, 10 unit dari PT Indomobil, serta 1 unit dari Yayasan Melco Bhakti Nusa.
“Kolaborasi ini merupakan wujud nyata kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga filantropi dalam memperkuat penanggulangan krisis kesehatan secara cepat dan efektif,” ujar Kunta.
Selain ambulans, PT Astra International Tbk juga memberikan bantuan alat kesehatan bagi tujuh rumah sakit di Aceh serta untuk Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Medan.
Di samping bantuan dari sektor swasta, Kementerian Kesehatan juga telah memperoleh tambahan anggaran sebesar Rp529 miliar yang akan disalurkan ke tiga provinsi terdampak untuk melengkapi kebutuhan pemulihan fasilitas kesehatan yang belum tercakup oleh bantuan donatur.
Sebanyak 31 unit ambulans tersebut akan didistribusikan ke 31 fasilitas pelayanan kesehatan di 11 kabupaten/kota, antara lain di Kabupaten Aceh Tamiang (7 unit), Aceh Utara (6 unit), Aceh Tengah (5 unit), Bener Meriah (3 unit), Bireuen (3 unit), Gayo Lues (2 unit), Aceh Timur (1 unit), Pidie Jaya (1 unit), Kota Medan (1 unit), Kabupaten Tapanuli Tengah (1 unit), serta Kota Pariaman (1 unit).
Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat memperkuat layanan kesehatan di daerah terdampak bencana sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh akses pelayanan medis secara optimal. (R)
beritaTerkait
komentar